Hilang


“Telah hilang anak SMA Nusa bernama Alisah Wardana korban telah menghilang selama dua hari, diduga korban mengalami kasus penculikan” terdengar suara yang berasal dari televisi seseorang.

Terdengar suara gemericik hujan di malam hari dan terlihat seorang Ayah dan anak tengah menonton tv bersama.

“Wah itu kan sekolah aku yah” kata Mila pada ayahnya yang sedang menonton tv bersamanya.

“Iya kak kamu kenal sama anak yang diculik itu?” tanya ayah Mila.

“Iya yah dia itu orangnya pendiem banget di sekolah dan setau aku dia ngga punya temen” kata Mila pada ayahnya.

“Bagus deh kalo gitu” gumam ayahnya pelan. “Ayah tadi ngomong apa sih?” tanya Mila dengan nada penasaran.

“Engga ngomong apa apa ayah, kamu salah denger kali. Ayah cuman kasian aja sama anak itu pasti orangtuanya khawatir” kata ayah Mila.

“Ooh iya yah dia padahal ngga pernah punya musuh di sekolah, semoga dia cepet ketemu yah” kata Mila.

SMA NUSA

Terlihat segerombolan anak tengah membicarakan sesuatu dengan antusias

“Eh Mil lu udah denger tentang beritanya si Aisyah ilang, kasian banget yah dia, padahal anaknya pendiem gitu” kata Meli teman sebangku Mila.

“Iya yah gua juga ikut prihatin semoga aja dia cepet ketemu” kata Mila.

Saat mereka tengah berbincang bincang, di tempat lain sesorang tengah menyeret nyeret kantong plastik yang entah isinya apa.

“Woy semuanya keluar di gudang belakang rame katanya ada mayatnya Alisah” teriak ketua kelas.
Saat itu juga mereka dengan antusias mendatangi gudang belakang yang telah banyak garis polisi di sana dan terlihat beberapa polisi tengah melakukan penyelidikan di TKP.

“Gila sekolah kita bakal jadi angker gara gara mayatnya Alisah” kata Meli pada Mila yang sedari tadi hanya diam dan mematung.

“Mil lu kenapa sih kok malah bengong, lu ngga lagi kesambet setannya si Aisyah kan?” tanya Meli pada Mila.

“Gua curiga sama seseorang, gua yakin dia adalah dalang dibalik semua kejadian ini” kata Mila sambil meninggalkan Meli yang sedang berada di TKP.

“Hiii serem, eh Mil lu mau kemana gua ikut” kata Meli yang tengah mengejar Mila.

Karena kejadian yang menimpa sekolah itu maka terpaksa siswa siswi dipulangkan hari ini.

Di tengah perjalanan, “Gua harus cari tau kebenaran tentang kasus ini dan semua ini ngga mungkin” gumam Mila.

Di Rumah Mila

Saat sampai di rumah, Mila menemukan ayahnya yang telah tewas dalam keadaan mengenaskan, dan terdapat sepucuk surat peninggalan ayahnya yang ternyata adalah jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang ada di otaknya.


Dear, Anakku Mila

Maafkanlah ayahmu yang telah menghancurkan hidupmu, kau besar tanpa sosok seorang ibu di sampingmu.

Tidak itu bukan salah Ayahmu dan kamu Mila ibumu meninggal karena anak itu, dia adalah anak dari hasil perselingkuhan ibumu.

Malam itu awal bencana yang menimpa hidup kita, malam itu juga keluarga kecil yang semula bahagia menjadi hancur, semua kebenaran tentang ibumu terungkap.

Saat itu kau berusia dua tahun, saat itu juga ibumu melahirkan anak itu, dan ibumu meninggal karena melahirkan anak itu.

Saat ia telah dewasa dan bahkan satu sekolah denganmu, kebencian ayah semakin membesar dan tak dapat terbendung lagi.

Ayah yang menculik anak itu dan pada hari ketiga dia mati karena kelaparan dan kehausan.
Selamat tinggal anakku dendam ayahmu ini telah usai kini saatnya aku pergi.

Dari,

Ayahmu tersayang

Selesai

Sumber : cerpenmu.com

No comments

Powered by Blogger.