Kado Indah KBB di Usia ke-13: Berhasil Pulangkan TKI dari Malaysia



Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kampung Cihaliwung Wetan, RT 5/RW 3, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Bandung Barat yang genap berusia 13 tahun, Jumat (19/6/2020). Pria berusia 36 tahun ini dijemput Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Sutrisno langsung di Jakarta.

Turut juga anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari daerah pemilihan (dapil) 1, Nur Djulaeha. Begitu sampai di Ngamprah sekitar pukul 11.00 WIB langsung diterima Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna di ruang kerja bupati. Sunara tidak menyangka dirinya yang kerja keluar negeri secara ilegal tapi begitu mendapat perhatian dan pembelaan dari Pemkab Bandung Barat. Hingga akhirnya bisa pulang dan berkumpul kembali bersama keluarganya.

"Terima kasih pak bupati, pak Trisno dan Ibu Nur yang telah ikut memperjuangkan kepulangan saya hingga bisa kembali kumpul bersama keluarga," kata Sunara. Ia mengungkapkan, TKI ilegal di Malaysia yang bernasib sama dengan dirinya sangatlah banyak. Namun ia merasa beruntung bisa pulang lebih cepat. Terhambat lockdown Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha menjelaskan, sebenarnya Sunara sudah bisa dipulangkan beberapa waktu lalu.

Namun karena di Malaysia tengah menghadapi pandemi Covid-19 akhirnya ditunda. "Malaysia kan memberlakukan lockdown jadi dia tidak bisa dipulangkan. Baru jari ini bisa pulang dari Johor Bahru ke Batam kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Tadi pagi dijemput pejabat dari Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat dan langsung dipertemukan dengan pak bupati," tuturnya.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara menegaskan, sekalipun Sunara berangkat ke Malaysia secara ilegal, ia tetaplah warga Kabupaten Bandung Barat yang perlu dibantu. Oleh karena itu, Pemkab Bandung Barat terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk bisa memulangkannya. "Saya berharap kasus seperti Sunara jangan terus terulang.


Silahkan bekerja di luar negeri, asal tempuh jalur resmi. Supaya kita yang di Indonesia bisa memantau selama bekerja di luar negeri," kata bupati. Pada kesempatan itu, Bupati Umbara menyerahkan uang kadeudeuh kepada Sunara. Ia berharap uang itu bisa digunakan untuk modal usaha. "Kondisi sekarang kan sedang tidak bagus, roda perekonomian baru mulai digerakkan kembali.

Mudah-mudahan saja, Sunara dapat memiliki usaha yang bisa menafkahi keluarganya. Pemerintah juga tidak akan tinggal diam, Sunara akan mendapat bantuan sembako," tukasnya.

Sumber:galamedianews


No comments

Powered by Blogger.