Kasus Seorang TKI Bernama Ika Sulastri Dianggap Sebagai Perdagangan Manusia



Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo buka suara atas praktik kotor yang dilakukan oleh Pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI). Kegiatan ini dianggap ilegal atau nonprosedural dan sama dengan perdagangan manusia.


Hal ini bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 (Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang).

Wahyu meminta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melaporkan kasus pengiriman PMI ilegal yang dialami Ika Sulastri ke aparat yang berwenang. Kasus Ika harus mendapatkan keadilan di mata hukum.

BP2MI sebelumnya tengah menelusuri kasus penganiayaan terhadap Ika Sulastri di Riyadh, Arab Saudi. Ika mengalami batuk berdarah hingga mimisan akibat kerap membawa beban yang berat.



Pengiriman Ika dinilai ilegal. Sejak awal, proses pengiriman sudah melanggar Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah.

Dia berangkat 16 Januari 2020. Maka pihak yang memberangkatkan melanggar Permenaker karena banyak laporan eksploitasi, kekerasan, pelanggaran HAM, gaji enggak dibayar sesuai kontrak (di Timur Tengah).

Sumber:borneo24

No comments

Powered by Blogger.