Kolesterol Naik, Dokter Minta Lakukan 4 Hal Ini



Hati-hati, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang berolahraga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Padahal di masa pandemi ini, menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang sangat penting.

Periode #dirumahaja kerap membuat bobot tubuh naik, tidak memperhatikan pola makan dan kurang aktivitas fisik, disinyalir menjadi penyebab utamanya. Bahayanya ketika kadar kolesterol naik, biasanya tidak ada gejalanya. Risiko terjadinya kejadian yang fatal pun semakin meningkat.

Untuk itu, dr. Franciscus Ari, Sp.PD selaku dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan pentingnya pemeriksaan berkala komponen lemak darah di masa pandemi ini serta gaya hidup yang dapat membantu memodifikasi kadar kolesterol sehingga level kolesterol tetap terjaga.

"Beberapa komponen lemak darah akan diperiksa di laboratorium ketika melakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah, yaitu kadar kolesterol total, kolesterol low-density lipoprotein LDL, yang biasa disebut sebagai kolesterol “jahat”,  kolesterol high density lipoprotein HDL, biasa dikenal dengan kolesterol “baik”, serta trigliserida," ujarnya dalam siaran pers Rumah Sakit Pondok Indah.

Gangguan metabolisme lemak darah ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida;serta penurunan kadar HDL. Pemeriksaan berkala ini menjadi penting, karena adanya hubungan antara gangguan metabolisme lemak darah tersebut dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung koroner dan stroke.

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat

dr. Franciscus mengatakan salah satu faktor penyebab kadar kolesterol tidak normal yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut ini:

1. Aktivitas fisik atau olahraga

Aktivitas fisik yang disarankan meliputi program latihan yang mencakup setidaknya 30 menit dalam 4 sampai 6 kali seminggu. Kegiatan yang disarankan meliputi jalan cepat, bersepeda statis, atau berenang.

2. Terapi nutrisi medis

Disarankan mengonsumsi diet rendah kalori yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, dan daging tanpa lemak.

3. Berhenti merokok

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa merokok memiliki efek negatif pada kadar HDL dan rasio LDL/HDL. Berhenti merokok minimal 30 hari dapat meningkatkan kadar HDLsecara signifikan.


4. Mengurangi asupan alkohol

Mengurangi asupan alkohol dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar HDL.

Mulailah memeriksa kadar lemak darah, bila sudah menginjak usia 40 tahun. Pemeriksaan juga mulai dapat dilakukan pada usia lebih muda, bila Anda memiliki faktor risiko penyakit darah tinggi, diabetes, obesitas, dan atau kebiasaan merokok.

"Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memantau kadar lemak darah secara berkala, baik pada hasil kolesterol yangtinggi ataupun normal sekalipun. Pada gangguan metabolisme kolesterol membutuhkan pemeriksaan yang lebih sering, umumnya setiap dua sampai tiga bulan sekali.," ujar dr. Franciscus Ari.

Sumber:fimela

No comments

Powered by Blogger.