Kronologi 3 TKI Tersesat di Hutan, Jalan Kaki dari Malaysia hingga Kehabisan Bekal


Tim SAR masih mencari tiga tenaga kerja Indonesia ( TKI) yang dikabarkan tersesat di hutan belantara di Kapuas Hulu, Pontianak. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, luasnya kawasan hutan di perbatasan menjadi salah satu kendala. "Belum ditemukan. Mengingat luasnya wilayah hutan di perbatasan. Saat ini masih terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak teknis," ungkap Gunawan.


Gunawan menambahkan, tiga TKI yang tersesat diketahui bernama tSafari, Juli Hartono dan Junaidi. Ketiganya merupakan warga Sambas, Kalimantan Barat. Menurut Gunawan, awalnya ada enam warga Sambas yang memutuskan pulang kampung setelah tak ada pekerjaan di Malaysia. Mereka adalah Rifki, Holdi, Thamrin, Safari, Juli Hartono dan Junaidi. Namun, akibat kebijakan lockdown di Malaysia, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) ditutup.

Keenam TKI itu llau memutuskan melewati hutan belantara.   Kehabisan bekal  Setelah itu, menurut Gunawan, sat menyusuri hutan belantara, keenam warga tersebut kehabisan bekal di tengah perjalanan.  "Di tengah perjalanan, mereka tersesat di hutan dan kekurangan bekal," ucap Gunawan. Mereka memutuskan untuk membagi dua kelompok. Kelompok pertama Rifki dan Thamrin, mereka memutuskan kembali ke Kota Kapit, Serawak, Malaysia. Sementara kelompok kedua, yaitu Holdi, Safari, Juli Hartono dan Junaidi, tetap melanjutkan perjalanan.

Setelah itu, kelompok kedua diduga terpencar. Pasalnya, sekitar bulan Mei 2020, Holdi ditemukan warga sedang mencari ikan di sungai. "Dia pun dibawa ke Desa Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu," terang Gunawan. Namun, tiga rekan lainnya hingga saat ini masih belum diketahui nasibnya. "Sampai saat ini masih proses pencarian. Mereka nekat berjalan kaki dari Malaysia dan masuk hutan, dengan maksud menembus hutan di Kapuas Hulu," katanya saat dilansir dari kompas, Jumat (26/6/2020).

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.