Musim Panas di Santorini Layaknya Musim Dingin, Turis Sepi



Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis terbang ke Santorini awal Juni, ketika dia ingin mengumumkan pembukaan kembali negaranya untuk pariwisata.

Diberitakan CNN Travel, Santorini bakal membuka diri untuk wisatawan mancanegara mulai 1 Juli. Dan bisa diperkirakan, karena kekhawatiran terhadap wabah, Santorini tak segera ramai. Kapal pesiar pun tak lekas merapat dalam waktu dekat.

Meskipun warga mengeluh soal overtourism, tapi tak bisa dielakkan, Santorini bergantung 90 persen pendapatannya dari pariwisata. Hotel dan restoran terpukul akibat wabah virus corona. Meskipun tak ada kasus virus corona di Santorini, pulau itu juga dikarantina. Dan hanya penduduk setempat yang boleh keluar masuk.

"Kami mengharapkan 15 persen pengunjung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata George Filippidis, manajer umum hotel Andronis Suites di Santorini. "Kerusakan ekonomi akan sangat besar. Kami akan beroperasi pada kerugian untuk tahun 2020,” imbuh George.

Tapi, menurutnya ia tetap ingin membuka usahanya, agar bisa menawarkan pekerjaan kepada staf, dan mendukung masyarakat setempat yang sepenuhnya bergantung pada pariwisata.

Santorini yang sepi memberi sedikit berkah, salah satunya pembangunan infrastruktur bisa lekas dikebut, "Terminal baru di bandara sekarang sudah beroperasi," kata Filippidis. "Jalan baru yang menghubungkan Oia dengan bandara dan bagian dari pelabuhan Athinios juga telah selesai, jadi berkeliling pulau akan jauh lebih mudah," imbuhnya.


Ekspor Juga Mampat

Selain pariwisata, andalan lain dari ekonomi Santorini adalah kebun anggur. Wine dari Santorini dibuat di Assyrtiko lalu diekspor ke seluruh dunia. Dan sebagian besar dari 18 kebun anggur di pulau ini terbuka untuk pengunjung.

Saat ini, wine Vintage 2019 seharusnya sudah ada di restoran dan supermarket di seluruh pulau, tetapi Petros Vamvakousis, manajer Venetsanos Winery, mengatakan karantina telah mengganggu distribusi.

"Vintage 2019 kami tetap berada di dalam tangki dan tong stainless steel," katanya. Seharusnya dibotolkan antara Februari dan April, tetapi para karyawan harus tetap di rumah menjalani karantina.

"Biasanya kami memproduksi 50.000 botol per tahun dan mengandalkan ekspor. Tapi kini ekspor mendekati nol. Distributor kami di Amerika memberi tahu kami bahwa sementara restoran tetap tutup di AS, tidak ada pasar untuk anggur Santorini di Amerika."

Seperti banyak perkebunan anggur, Venetsanos sebelum wabah melanda dunia, mampu mendapatkan penghasilan melalui pencicipan dan tur. Kebun itu berada di atas tebing yang menghadap ke Pelabuhan Athinios. Kilang wine memiliki teras yang indah, disajikan dengan makanan ringan. Namun, nanti pada saat Santorini dibuka, meja resto akan dibatasi empat atau enam meja.

"Kami hidup pada masa yang aneh," katanya. "Segala sesuatu tentang pulau itu mengingatkanku pada musim dingin. Banyak restoran, kafe, dan hotel tutup. Sekarang musim panas dan ini sangat aneh bagi Santorini yang begitu tenang dan kesepian."


Sumber : tempo.com

No comments

Powered by Blogger.