Planning Olah Raga Indonesia di era New Normal



Pandemi COVID-19 menghambat berjalannya kegiatan olahraga. Di masa ini masyarakat sulit untuk berolahraga keluar rumah, begitu pula dengan agenda olahraga profesional yang harus dihentikan.
Dalam perbincangan dengan Alfito Deanova di program d'Rooftalk, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjabarkan berbagai penyesuaian kegiatan olahraga di masa pandemi. Ia juga mengulas soal kelanjutan agenda olahraga profesional, khususnya persiapan Olimpiade 2020.

Zainuddin memaparkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuat beberapa program untuk mendorong masyarakat bisa tetap berolahraga di rumah. Melalui media sosial, Kemenpora mempublikasikan tutorial Senam from Home (SFH) dan Work From Home (WFH).


Selain tutorial, Kemenpora juga mengajak masyarakat untuk membagikan pengalaman mereka melakukan SFH dan WFH dengan mengunggah video di media sosial, dan ada hadiah bagi mereka yang punya video paling menarik.

Perihal kegiatan olahraga profesional, Zainudin menyebut beberapa cabang olahraga (cabor) sudah memulai kembali pelatnas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Tiga cabor yang akan berlaga di Olimpiade 2020, yakni bulutangkis, angkat besi, dan menembak diizinkan untuk mengadakan pelatnas.

Mengenai kelanjutan kompetisi olahraga domestik, masih belum dapat bergulir kembali dengan pertimbangan keselamatan dan kesehatan. Protokol penyelenggaraan kompetisi akan digodok federasi masing-masing cabor, agar didapatkan kaidah yang selaras dengan karakteristik cabor.

Pemerintah tidak menargetkan target muluk di ajang tersebut, yang terpenting perkembangan dari para atlet yang berlaga.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan perkembangan persiapan Sirkuit Mandalika Lombok menjelang MotoGP 2021. Masih banyak topik hangat lain yang dibahas Menpora bersama Alfito di d'Rooftalk edisi "Semangat Juara Meski Corona" hanya di detikcom.










Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.