Peluang Usaha di Rumah, Minyak Jelantah Menjadi Sabun



Setiap hari para ibu di dapur pasti memakai dan menghabiskan minyak goreng dalam proses memasak makanan. Penggunaan banyak atau sedikit pun pasti akan menghasilkan sisa minyak goreng yang tidak terpakai lagi.

Memasak dengan  minyak goreng akan menimbulkan sejumlah persoalan selain isu kesehatan juga berdampak limbah minyak goreng atau yang biasa disebut minyak jelantah yang dibuang sembarangan dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Upaya bagaimana bisa mendaur ulang minyak jelantah, dibeberkan oleh Koperasi Mandiri dan Merdeka (KMDM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas, kemain, dengan mengadakan pelatihan “Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun”, via aplikasi Zoom.

Ada pun narasumber yang dihadirkan adalah Rozidateno P. Hanida (Manajer Produsen PRT & Pengawas KMDM). Kegiatan pelatihan ini bentuk program pengabdian masyarakat bersama.

Pengolahan jelantah (minyak sisa menggoreng) adalah salah satu upaya untuk mengurangi sampah yang akan menjadi beban bumi. Rozi yang merupakan dosen Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas, menjelaskan serta mempraktekkan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun kepada para peserta pelatihan melalui via zoom.

“Bahan- bahan serta peralatan yang diperlukan cukup sederhana dan mudah didapat. Seperti soda api ( NaoOH), pewarna makanan dan minyak jelantah,” tutur Rozi.

“Pertama yang dilakukan adalah menyaring dan menjernihkan minyak jelantah, setelah itu minyak jelantah dicampur dengan larutan NaOH dengan perbandingan tertentu. Kemudian diaduk-aduk selama kurang lebih 45 menit,” tambahnya.

Menurut Rozi, sabun yang dihasilkan nanti bisa berupa sabun padat. Pada pelatihan kali ini, kita akan membuat sabun padat.

Kemudian campuran tersebut dituangkan ke dalam cetakan sesuai dengan keinginan. Setelahnya didiamkan selama 2 x 24 jam, kemudian adonan tersebut akan menjadi keras.

Pelatihan minyak jelantah adalah salah satu upaya memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari minyak jelantah dan menciptakan masyarakat untuk produktif di masa pandemik dan ke depannya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Selain itu sabun yang dihasilkan dari pengolahan minyak jelantah bisa menjadi salah satu usaha keluarga dalam bentuk UMKM.



Para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan ini dan beberapa diantara mereka langsung mempraktekkan setelah pelatihan selesai dilakukan. Salah seorang peserta, Dini mengaku, setelah ikut pelatihan, langsung melakukannya di rumah.

Dan alhasil beberapa cetakan sabun warna-warni sudah selesai dikerjakannya.

KMDM dengan salah satu unit usahanya Pasar Rabu Tani (PRT) siap mendistribusikan sabun hasil pengolahan minyak jelantah dari masyarakat. Ini adalah bentuk dukungan dan edukasi dari koperasi kepada masyarakat.

KMDM terus berupaya memberikan edukasi dan inovasi dalam melakukan pendampingan kepada masyararakat, dengan slogan yang selalu disampaikan, ‘mari saling menyehatkan dan saling membahagiakan”!.

Sumber:langgam

No comments

Powered by Blogger.