Perhatikan! Ini yang Harus Dilakukan saat Kolesterol Naik



Berbulan-bulan berada di rumah saja akibat pandemi COVID-19 bisa membuat bobot tubuh naik. Tidak memperhatikan pola makan dan kurang aktivitas fisik disinyalir menjadi penyebab utamanya. Yang berbahaya adalah jika kadar kolesterol naik dan itu biasanya tidak bergejala.


Risiko terjadi kondisi yang fatal pun semakin meningkat. Maka itu, pemeriksaan berkala komponen lemak darah atau profil lipid menjadi hal yang penting untuk tetap dilakukan di masa pandemi ini.

Spesialis Penyakit Dalam dr. Franciscus Ari, Sp.PD mengatakan, beberapa komponen lemak darah akan diperiksa di laboratorium ketika Anda melakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah. Yaitu kadar kolesterol total, kolesterol low-density lipoprotein (LDL, yang biasa disebut sebagai kolesterol “jahat”), kolesterol high density lipoprotein (HDL, biasa dikenal dengan kolesterol “baik”), serta trigliserida.

“Gangguan metabolisme lemak darah ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, serta penurunan kadar HDL,” ujar dr. Franciscus.

Menurutnya, pemeriksaan berkala menjadi penting karena ada hubungan antara gangguan metabolisme lemak darah tersebut dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung koroner ataupun stroke.

“Gangguan metabolisme lemak darah dapat disebabkan oleh gaya hidup , adanya penyakit lain yang memicu kenaikan kadar lemak darah seperti penyakit hormon tiroid, gangguan ginjal, diabetes melitus, atau karena faktor genetik (keturunan),” papar dr. Franciscus.

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya itu menuturkan, jika Anda memiliki orangtua dan keluarga dengan kadar kolesterol yang tidak normal, sebaiknya ajak juga untuk memeriksakan kadar kolesterol darah secara berkala.

Salah satu faktor penyebab kadar kolesterol tidak normal yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut ini.


1. Aktivitas Fisik atau Olahraga
Aktivitas fisik yang disarankan meliputi program latihan yang mencakup setidaknya 30 menit dalam 4-6 kali seminggu. Kegiatan yang disarankan meliputi jalan cepat, bersepeda statis, ataupun berenang.

2. Terapi Nutrisi Medis
Anda disarankan mengonsumsi diet rendah kalori yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, serta daging tanpa lemak.

3. Berhenti Merokok
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa merokok memiliki efek negatif pada kadar HDL dan rasio LDL/HDL. Berhenti merokok minimal 30 hari dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan.

4. Mengurangi Asupan Alkohol
Mengurangi asupan alkohol dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar HDL.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.