Perjalanan Panjang Melestarikan Lagu Rakyat Suku Amis



Pada tanggal 12 dan 13 Juni 1963, kegiatan pengkoleksian lagu rakyat sebagai aset budaya tak benda berlangsung dengan sangat antusias. Salah satu anggota tim ahli, Lee Che-yang, terjun langsung ke desa penduduk asli suku Amis di Taitung, untuk melakukan penelusuran. Kegiatan pengkoleksian ini dipelopori oleh alumni National Taiwan Normal University (NTNU), Shih Wei-liang, pada tahun 1960 dan dianggap sebagai awal mula bangkitnya kesadaran budaya nasional, dan merupakan sebuah lembaran penting dalam alur sejarah musik Taiwan.      
 
 
Meskipun kegiatan ini pernah diliput oleh media dan disiarkan secara luas, tetapi musik yang dipublikasikan sangat sedikit, dan seiring dengan berlalunya waktu sebagian besar data yang diperoleh mulai menghilang. Oleh karena itu, masyarakat modern tidak berkesempatan untuk mendengar sebagian musik yang berhasil dikumpulkan pada masa itu, dan harapan sang pelopor kegiatan untuk memperkaya khazanah budaya masyarakat juga belum berhasil terpenuhi.  
 
Pada tahun 2012, mantan Direktur Institut Penelitian Asia Timur di Jerman (Ostasien-Institut e.V. Bonn), Alois Osterwalder, menghubungi pusat penelitian musik NTNU. Ketika kegiatan pengkoleksian lagu rakyat tersebut berlangsung, Alois Osterwalder adalah salah satu penyandang dana utama. Pada tahun 1960, ketika Shih Wei-liang selesai melakukan pengkoleksian, ia menyerahkan satu buah salinan kepada Alois Osterwalder.  
 
Alois Osterwalder kemudian membawa salinan tersebut ke Taiwan dan mengatakan bahwa aset berharga ini harus disimpan di tempat yang semestinya, agar dapat diperdengarkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Selanjutnya, Insitut Pascasarjana Etnomusikologi NTNU mengolah data hasil rekaman tersebut, seperti melakukan konversi audio, pemindaian, kalibrasi materi, dan dibawa kembali ke desa penduduk suku Amis untuk dievaluasi.      
 
Karena data-data rekaman tersebut dikoleksi sekitar 50 tahun yang lalu, para seniman yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagian besar sudah meninggal, sehingga proses pengkajian data rekaman sangat sulit dilakukan. Setelah melewati proses yang cukup panjang, akhirnya album berjudul “Ostasien-Institut e.V. Bonn Collection of Taiwan Music” berhasil diluncurkan pada tanggal 24 April.
 
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Lee Che-yang tersebut, dapat diketahui penduduk suku Amis di desa Ciwkangan pada masa itu telah merekam sebanyak 23 buah lagu, tetapi hanya 17 buah lagu yang masih tersisa. Selain itu, masyarakat suku Amis juga merasa kurang puas dengan 4 buah rekaman lagu, sehingga hanya tersisa 13 buah lagu.
 
Data rekaman tersebut adalah satu-satunya rekaman lagu rakyat penduduk asli suku Amis yang diperoleh pada tahun 1960-an, dan merupakan sebuah aset budaya tak benda yang sangat berharga di bidang sejarah masyarakat penduduk asli.
 
Untuk menyatakan apresiasi terhadap bantuan yang telah diberikan oleh penduduk asli dalam proses pengkajian data, album musik ini tidak akan diperjual-belikan, tetapi didonasikan kepada pihak-pihak yang memerlukan. Akan tetapi, proses pengkajian yang telah dilakukan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, jadi kami mengundang masyarakat untuk memberikan donasi, dan bersama-sama melestarikan lagu rakyat yang telah berhasil dikumpulkan dengan penuh perjuangan






Sumber : taiwan today 

No comments

Powered by Blogger.