Tujuh TKI asal Kab Pasuruan Pulang Kampung saat Pandemi


Selama pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), sejumlah negara memberlakukan pembatasan. Akses keluar-masuk di sejumlah negara diperketat. Meski begitu, selama pandemi, tercatat ada 7 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Pasuruan yang pulang kampung.


Jumlah TKI yang pulang itu adalah TKI yang terdaftar resmi di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat. Pemulangan 7 TKI itu terdata sejak pertengahan Mei hingga Juni.

“Sementara ini, TKI masih banyak yang bertahan dan tetap bekerja di luar negeri. Termasuk saat Lebaran lalu. Sehingga, data yang pulang memang masih sedikit,” terang Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnaker Kabupaten Pasuruan Suhartana.

Menurutnya, sepanjang Mei–Juni lalu ada gelompang pemulangan TKI sebanyak 35 ribu se-Indonesia. Namun, di Kabupaten Pasuruan hanya tercatat 7 TKI saja.

Dari 7 TKI yang pulang ini, 6 di antaranya adalah TKI Timor Leste. Mereka mayoritas pedagang. Enam TKI yang pulang ini sudah kembali Mei lalu dengan rincian 1 dari Rejoso dan 5 dari Kecamatan Winongan.

“Setelah pulang, TKI ini langsung dikarantina di balai desa. Untuk TKI yang dari Timor Leste ini adalah WNI yang berdagang dan usaha di sana. Namun, karena kondisi korona dan ada lockdown, sehingga kegiatan usaha sepi dan memilih pulang,” jelas Suhartana.

Sementara 1 TKI yang tercatat pulang lagi adalah 1 orang laki-laki dari Kecamatan Gempol. Ia merupakan pekerja yang magang di Jepang. Setelah 3 tahun, kontraknya habis. Sehingga, Mei lalu yang bersangkutan pulang ke Kabupaten Pasuruan.

Disnaker sendiri sejauh ini masih tidak lagi memberangkatkan TKI keluar negeri. Selain itu, pendaftaran TKI juga masih ditutup lantaran kondisi masih pandemi Covid-19. Sejumlah negara disebutkan masih menutup penerimaan pekerja dari negara lain.

Sumber:jawapos

No comments

Powered by Blogger.