Vaksin Influenza pada Lansia Dapat Kurangi Risiko Angka Sakit



Penyakit influenza kerap menyerang orang dengan kekebalan tubuh rendah, baik karena faktor usia ataupun penyakit lain yang diderita. Orang berumur di atas 85 tahun berisiko 32 kali lebih besar meninggal akibat pneumonia yang berkaitan dengan influenza dibandingkan mereka yang berumur 65-69 tahun (lansia).

Mengutip informasi yang disampaikan Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) cabang Bali belum lama ini, epidemi influenza berkaitan dengan peningkatan angka perawatan serta mortalitas akibat berbagai diagnosis, pneumonia, dan superinfeksi bakteri. Vaksin influenza pada usia lanjut telah terbukti dapat mengurangi risiko angka sakit dan kematian, terutama pada mereka yang memiliki penyakit lain seperti kencing manis, darah tinggi, dan jantung.

Sebuah penelitian di Kanada menunjukkan bahwa pemberian vaksin influenza pada usia lanjut juga mengurangi angka kesakitan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hal tersebut, manfaat vaksinasi menjadi penting dan jangan sampai dianggap ringan. Selain melindungi tubuh dan keluarga, vaksin juga mampu mencegah penularan penyakit kepada masyarakat sekitar.

Dengan tidak adanya penularan penyakit, maka kualitas kesehatan masyarakat akan jadi lebih baik, sehingga kualitas hidup pun menjadi baik. Dalam upaya meningkatkan cakupan vaksinasi influenza pada lansia, dibutuhkan dukungan dari segala pihak, termasuk pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan peningkatan pengembangan vaksin tersebut.

Vaksinasi pada lansia belum ditanggung oleh pemerintah, namun tetap dapat dijangkau di berbagai fasilitas kesehatan. Di negara-negara maju, vaksin influenza sudah ditanggung oleh pemerintah karena tak hanya bermanfaat untuk menghindari penyakit influenza, tapi juga mencegah memburuknya penyakit degeneratif terutama pada para lansia.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.