7 Kesalahan Saat Memasak Bayam, Bisa Menghilangkan Gizi



Sayur bayam kerap dijadikan pilihan untuk penuhi kebutuhan nutrisi harian. Selain rendah lemak, rendah kalori, kaya serat, dan padat nutrisi, bayam juga mudah diolah untuk masakan sehari-hari. Meski mudah diolah, jangan disepelekan. Kesalahan memasak bayam harus tetap dipahami dan jangan sampai terjadi.

Jika kesalahan memasak bayam bisa dihindari, maka akan membuatnya memiliki segudang manfaat untuk kehidupan. Dapat atasi berbagai jenis masalah penyakit. Mulai dari mudahkan penyerapan zat besi, sehatkan mata, dan jaga daya tahan tubuh manusia.

Manfaat dari bayam umumnya berasal dari vitamin dan mineral yang dimilikinya. Jangan sampai justru kesalahan memasak bayam diabaikan dan sayur bayam menjadi tak lagi bergizi. Apalagi bayam ini kaya kandungan nitrat, jika salah pengolahan maka akan membuatnya menjadi beracun jika dikonsumsi.

Jenis Bayam

Memilih jenis bayam yang benar dan sesuai kebutuhan akan membuat kesalahan memasak bayam mudah dihindari. Sebab, masih ada banyak sekali yang mengolah bayam tanpa memerhatikan jenisnya. Padahal ada empat jenis sayur bayam yang bisa dijadikan pilihannya. Pastikan untuk memilihnya sesuai dengan makanan yang hendak dibuat, ya. Perhatikan ciri dari setiap jenis bayam ini.

Bayam Merah

Bayam merah sudah pasti memiliki warna merah. Bayam merah ini dikenal memiliki kandungan betakaroten cukup lebih tinggi. Jika ingin memasaknya menjadi sayur kuah, tidak dianjurkan walaupun boleh saja dilakukan. Kuah sayur bayam ini akan berwarna merah dan justru membuat nafsu makan hilang. Beda jika ingin mengolahnya menjadi pewarna makanan alami, cara ini lebih tepat dilakukan.

Bayam Cabut

Bayam cabut memiliki daun yang berwarna hijau muda. Bayam ini memiliki bentuk unik, yakni cekung dan bulat. Batang bayam jenis ini juga lebih kecil dan renyah. Jadi, tidak heran jika bayam ini dijadikan tumisan dan sayur bening.

Bayam Petik

Bayam petik ini memiliki bentuk yang berbeda dengan bayam cabut. Justru bentuknya lebih lonjong, runjing, berwarna hijau tua, tebal, lebar, dan permukaannya lebih datar. Bayam jenis ini lebih cocok dijadikan keripik bayam karena bentuk dan teksturnya. Bisa juga dijadikan tumisan dan pecel karena hampir mirip dengan kangkung.

Bayam Kecil

Bayam kecil sudah pasti memiliki bentuk kecil. Bayam ini hampir mirip dengan bayam cabut. Namun, batang dari bayam kecil ini jauh lebih pendek dan teksturnya lebih empuk. Cocok diolah menjadi sayur kuah bayam atau tumisan. Bisa juga menjadikannya jus bayam karena bayam ini lebih mudah hancur jika hendak dihaluskan tanpa diolah.

Memetik Bayam

Memetik daun bayam tidak bisa sembarangan. Perlu dipahami bahwa daun bayam bisa sangat layu dan menyusut jika dipanaskan. Sedangkan kesalahan memasak bayam yang sering terjadi, banyak yang ragu untuk memetiknya lebih panjang ke tangkainya.

Padahal memetik lebih panjang sampai mendekati tangkai lebih dianjurkan. Apalagi jika ingin memasaknya menjadi sayur bening atau tumisan.

Selain itu, sebagian ada yang mencucinya dulu baru memotong. Padahal seharusnya memotongnya terlebih dahulu. Saat mencuci, daun bayam harus benar-benar bersih dari kotoran yang menempel.

Jika mencuci sebelum memotong maka kebersihannya sulit diperhatikan. Bisa saja virus, kuman, dan bakteri masih bersarang di sana. Cuci di bawah air mengalir, jika perlu rendam kurang lebih lima menit agar kotoran mengendap.

Bumbu Saat Memasak Bayam

Sebelum memasak bayam, bumbu juga harus diperhatikan. Jangan sampai kesalahan memasak bayam membuat vitamin dan mineralnya hilang begitu saja. Memasak bayam dengan saus krim bukanlah pilihan yang tepat.

Apalagi jika hendak mencampurnya dengan susu, keju, dan krim. Lemak jenuh di dalamnya justru akan membuat khasiat bayam benar-benar hilang.

Kandungan zat besi dalam bayam memiliki peran cukup penting. Apalagi jika bayam ini bisa diolah dengan benar, bayam bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Bahkan kadar hemoglobin juga bisa ditingkatkan ke sel, jaringan, dan organ rusak.

Begitu juga jika semakin banyak zat besi yang masuk ke dalam tubuh, semakin mudah pemenuhan energinya. Zat besi ini akan membawa oksigen ke otot dan otak sehingga bisa membantu tingkatkan kinerja fisik dan mental manusia.

Durasi dan Porsi

Durasi Memasak

Durasi memasak bayam juga harus diperhatikan. Bayam jelas tidak perlu dimasak terlalu lama. Merebus bayam ketika mengolahnya hanya perlu merebus satu menit saja. Kandungan mineral dalam bayam juga tidak akan hilang dan masih terasa renyah.

Bisa juga direbus dengan api yang tidak menyala. Tepatnya setelah kuah mendidih, bumbu sudah lengkap, lalu matikan api. Jika sudah, barulah tambahkan bayamnya dan tunggu 1-2 menit agar bayam matang.

Porsi Memasak

Porsi memasak bayam tidak boleh sangat banyak. Kesalahan memasak bayam ini kerap dilakukan. Hingga membuat sayur bayam tidak habis dikonsumsi. Padahal bayam hanya boleh dikonsumsi setelah 4-5 jam pengolahan.

Perlu diwaspadai juga jika kuah sayur bayam sudah berubah warna menjadi gelap kehitaman. Hal ini berarti sayur bayam sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Warna ini muncul karena ada oksidasi zat besi.

Zat Fe2+ (ferro) akan berubah menjadi Fe3+ (ferri) yang bersifat racun. Begitu juga kandungan nitrat dalam bayam akan menjadi nitrit. Kandungan ini akan bersifat karsinogenik dan bisa memicu sel kanker.

Kesalahan Saat Menyimpan Bayam

Kesalahan memasak bayam selanjutnya adalah pada penyimpanan. Bayam tidak bisa disimpan terlalu lama setelah pemetikan. Lebih segar bayam maka akan semakin bagus dikonsumsi.

Cobalah untuk menyimpannya dengan memoting akar bayam dan letakkan dalam plastik kedap udara. Pastikan untuk tidak mencucinya dulu karena membuatnya lebih cepat membusuk.

Kemudian simpan dalam lemari pendingin agar bisa segar lebih lama. Maksimal 2 hari penyimpanan dan jangan sampai bayam berubah menjadi beracun karena penyimpanan yang salah.

Tidak Boleh Memanaskan Bayam

Masih banyak sekali yang melakukan kesalahan memasak bayam dengan memanaskannya. Padahal bayam ini tidak boleh untuk dipanaskan sama sekali. Bayam ini kaya akan kandungan nitrat yang bisa menjadi nitrit.

Sayur kaya kandungan nitrat ini biasanya juga mengandung zat besi dalam jumlah banyak. Zat besi ini akan teroksidasi dan memicu munculnya radikal bebas berbahaya. Dampaknya akan memicu banyak penyakit berbahaya termasuk infertilitas dan kanker.

Nitrat akan diubah menjadi nitrit ketika dipanaskan ulang. Jika terlalu banyak nitrit yang masuk ke dalam tubuh, maka akan meningkatkan risiko methemoglobinemia.

Kondisi ketika nitrit dalam darah berinteraksi dengan hemoglobin dan zat besi. Hal ini akan membuat mereka tidak mampu membawa oksigen menuju sel-sel hidup. Hingga membuat tubuh penderita menjadi kejang bahkan kematian.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.