8 Jenazah dari Malaysia akan Tiba di Madura



       8 Jenasah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia asal Madura, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 21.00 Wib, Jumat, 24 Juli 2020. Jumlah keseluruhan Jenazah yang diberangkatkan dari bandara Kuala Lumpur, sebanyak 10.



Dari 10 Jenazah yang tiba di Bandara Sukarno-Hatta, 8 diantaranya berasal dari Madura, 2 lainnya dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan 1 dari Sidoarjo. 8 Jenasah asal Madura tersebut, diperkirakan tiba ke kampung halaman, pada pukul 09.00, Sabtu 25 Juli.

Identitas dari 8 Jenazah tersebut, 4 diantaranya berasal dari Kabupaten Sampang, 3 dari Kabupaten Pamekasan, dan 1 asal Bangkalan.

Diketahui, penyebab kematian 8 Jenazah warga Madura tersebut, bukanlah disebabkan atau terinfeksi virus Corona. Melainkan berbagai macam penyakit sebagaimana tercantum dalam keterangan KL Funeral Services pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Berikut keterangannya;

  • Inisial MM (50) Perempuan: Warga Rojing Tamberu Daya, Sokobanah, Sampang. Sebab Kematian: Sakit Kanser Rahim dan Kencing manis.
  • Inisial M (45) Laki-laki, warga Tobai Barat Sokobanah, Sampang. Sebab Kematian: Sakit Kanser paru-paru.
  • Inisial MT (47) Laki-laki, warga Pongkerep, Sokobanah Laok, Sokobanah, Sampang. Sebab Kematian: Sakit buah pinggang dan kencing manis.
  • Inisial H (47) Laki-laki, warga Kopok, Sokobanah Laok, Sokobanah, Sampang. Sebab Kematian: Sakit Stroke, kencing manis dan darah tinggi.
  • Inisial MS (65) Laki-laki, warga Baban, Batu Bintang, Batu Marmar, Pamekasan. Sebab Kematian: Sakit tua.
  • Inisial S (55) Perempuan, warga Duwa Pote, Empo Timur, Pasean, Pamekasan. Sebab Kematian: Sakit kancer Payu dara dan kencing manis.
  • Inisial M (44) Perempuan, warga Jungudang, Bujur Tengah, Batu Marmar Pamekasan. Sebab Kematian: Leukemia.
  • Inisial S (65) Perempuan, warga Paka’an Ler Gunong, Klampis, Bangkalan. Sebab Kematian: Sakit kencing manis dan darah tinggi.

Pemulangan 8 Jenazah Tenaga kerja Indonesia di Malaysia asal Madura. Atas kerja sama Ikatan Keluarga Madura (IKMA) di Indonesia dan Malaysia bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Sebagaimana surat Nomor: 0626/IKMA-MYS/U/VII/2020 tentang Permohonan Bantuan Pemulangan Jenazah dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta ke Rumah Duka di Seluruh Indonesia. Yang ditandatangani oleh ketua umum IKMA Malaysia, ustadz Jatim.

Dilain hal, Lutfi Rizal, aktivis Ikatan Keluarga Madura (IKMA) yang berada di Pamekasan, Madura Indonesia, berharap. “Semua masyarakat Madura, untuk bahu membahu. Baik yang ada di Indonesia maupun di luar Negeri. Masyarakat Madura satu darah,” pungkasnya.

Sumber :jurnalfakta

No comments

Powered by Blogger.