Buronan Interpol Marcus Beam Ditangkap di Bali, Polisi: Dia Membuat Film Porno Untuk Mendapat Uang




Seorang buron Amerika Serikat (AS), Marcus Beam yang dilaporkan menjalankan penipuan investasi di negara asalnya telah ditangkap di Bali berdasarkan keterangan polisi pada Jumat, 24 Juli 2020.

Proses penangkapan terjadi pada Kamis, 23 Juli 2020 pukul 18.40 WITA bersama teman wanitanya di suatu vila di Kabupaten Badung, Bali.

Pihak berwenang di Bali menangkapnya atas tuduhan penipuan terhadap klien wanita yang ia temui secara online dengan kerugian lebih dari Rp7 Triliun.

Berdasarkan laporan dari laman Channel News Asia, Beam mengaku kepada klien wanitanya sebagai manajer investasi namun ia menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi.


Pernyataan itu ditegaskan pula oleh Kepala Polda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Petrus Golose, dalam konferensi pers di Markas Polda Bali pada Jumat 24 Juli 2020.

"Dia mengaku sebagai manajer investasi tetapi tidak menginvestasikan dana dan malah membelanjakannya untuk pengeluarannya sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, Beam yang pernah menjadi penduduk Chicago tersebut telah dicari oleh lembaga negara International Criminal Police Commission (Interpol) sejak tahun 2015.

"Yang bersangkutan ini melakukan kejahatan di Chicago mulai dari Maret 2015 sampai Oktober 2019. Jadi kejahatannya bukan di kita tapi kejahatannya di luar negeri, di Amerika Serikat," ujarnya.

Saat tampil dalam konferensi pers, Beam menggunakan masker, sarung tangan dan pelindung wajah.

Beam diketahui menghadapi sembilan tuduhan penipuan dalam dakwaan yang diajukan oleh Komisis Sekuritas dan Bursa AS pada 2019 lalu.

Ia telah menipu para korbannya melalui sebuah penasihat bisnis, Chase Private Equity yang kemudian diubah menjadi Modal Dunia Baru.

Buronan tersebut memasuki Bali pada Januari 2020 menggunakan paspor palsu. Demi menyambung kehidupannya, Marcus Beam menjadi sutradara film-film porno yang ia jual secara online.

"Sementara di Bali dia membuat film porno, untuk mendapatkan uang," tambah Inspektur Jenderal Polisi Petrus Golose.

Seperti diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, Beam sempat berpindah tempat tinggal sebanyak enam kali di daerah Ubud dan Kerobokan. Juga, membeli kendaraan roda dua yang telah berganti kepemilikan sebanyak tujuh kali.

"Kasus investasi ini terjadi di Amerika Serikat dan selama beraksi di sana yang bersangkutan menggunakan identitas berbeda-berbeda," ujarnya.

Barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian berupa paspor, lima telepon genggam, satu pisau lipat, 14 perlengkapan aktivitas seksual dan 13 barang bukti elektronik lainnya.

Beam sendiri pernah di sidang dan ditahan di Amerika Serikat (AS) atas kejahatannya, namun dilepaskan karena pengacaranya memberikan jaminan.

Kini, kepolisian setempat telah bekerja sama dengan personel diplomatik Amerika Serikat tentang kemungkinan adanya ekstradisi.

Selain Marcus Beam, pada bulan lalu pihak kepolisian Indonesia pun menangkap buron Amerika lainnya, Russ Medlis atas tuduhan pelecehan seksual.







Sumber : pikiran rakyat

No comments

Powered by Blogger.