Cerita Ryka Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Peluang Usaha, Berawal dari Kenang-kenangan untuk Dosen


Dua tahun belakangan alami penurunan omset, Ryka Ariesta (26) tak patah semangat dan berencana hadirkan inovasi. Memiliki basic dibidang seni, Ryka manfaatkan limbah kayu sebagai sebuah peluang usaha.


Berawal dari kenang-kenangan untuk dosennya, Ryka memberanikan diri membuka usaha yang dinamai Mukakayu atau lukisan kayu pada September 2015 lalu.

Pada masanya, berbagai macam lukisan kayu hasil karya Ryka dan suaminya, Fikry banyak dipesan oleh masyarakat.

Terutama untuk kado ulang tahun maupum hadiah wisuda.

"Waktu itu adanya yang model siluet aja, makanya kita banyak dapat pesanan. Omset pun mencapai Rp 10 juta perbulan," ceritanya dilansir dari TribunJakarta.com, Jumat (03/7/2020).

Lambat laun, lukisan kayunya mulai banyak ditiru oleh sejumlah orang.

Secara bersamaan mereka memasarkan jasa yang sama seperti yang Ryka tawarkan dengan harga yang beragam.

Meskipun beda tangan beda hasil, para pesaing tersebut tetap mempengaruhi omset yang didapat oleh Ryka.

Klimaksnya tepat di tahun 2019 hingga saat ini, omset Mukakayu menurun hingga 50 persen.

Sehingga tiap bulannya, karyawati di salah satu perusahaan swasta ini hanua meraup omset sekira Rp 5 juta.

Bermental pengusaha, Ryka tentunya tak menyerah dengan keadaan seperti.

Ia menganggap ini sebagai sebuah krikil kecil yang membuatnya termotivasi untuk menghasilkan karya menarik lainnya.

Ya, saat ini Ryka berencana akan menghadirkan wallpaper dinding di Mukakayu.

"Ini sih baru rencana aja. Pengin inovasi yang lebih besar lagi seperti wallpaper. Semoga bisa terwujud. Sebab saat ini fokus ke lukisan kayu dulu dengan aktif di IG @mukakayu dan sering share guna mempertahankan, meningkatkan daya beli masyarakat lagi," ungkapnya.

Mulai usaha dengan modal Rp 60 ribu

Meski omsetnya mencapai puluhan juta, Ryka menceritakan memulai usaha pajangan kayu atau lukisan kayunya ini dengan modal Rp 60 ribu.

Ryka melihat pajangan kayu ini sebagai modal usaha usai memberikan kenang-kenangan untuk dosen pembimbingnya.

"Awalnya itu saya habis lulus kuliah mau kasih kenang-kenangan ke Dosen Pembimbing TA kan. Karena saya orangnya suka kerajinan tangan jadi lah saya bikin itu dengan teknik stencil di atas kayu jati Belanda," kata perempuan lulusan D3 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), jurusan Desain Grafis, Jumat (26/6/2020).

Mulai dari situlah berbagai pertanyaan muncul dari kerabatnya.

"Itu dijual nggak?. Kalau dijual berapa harganya?," ujar Ryka menirukan pertanyaan temannya saat itu.

"Enggak tahu juga, nanti deh dipikirin buat jadi usaha," sahut Ryka.

Masih di hari yang sama, Ryka mendiskusikan perihal usaha ini kepada suaminya yang kala itu masih menjadi pacarnya, Fikry Helmy Zulfikar (26).

"Suami saya itu memang anak DKV. Terus saya bilang kenapa enggak kita jualin aja. Saya bilang bisa jadi usaha dengan manfaatin limbah pabrik kan. Sebab, kayu itu kebanyakan dari pallet yang biasa dipake di pabrik untuk mindahin barang. Akhirnya kita berdua usaha bareng di situ," jelasnya.

Melalui media sosial Instagram @mukakayu dan Facebook, pesanan demi pesanan pun diterimanya.

"Karena dulu belum ada yang kayak gini dan baru ada yang siluet makanya banyak yang pesan. Kita juga ada reseller juga. Sebulan bisa ada orderan 50 mukakayu," katanya.

"Alhamdulillah sebulan itu omset bisa mencapai Rp 10 juta. Berarti sekira 50 muka kayu dipesan," ungkapnya.

Tak jarang, Ryka juga bisa meraup omset lebih dari angka tersebut ketika orderannya mencapai 70 Mukakayu.

"Sekarang memang sudah turun omsetnya. Tapi dari Rp 10 juta bersihnya sekitar Rp 7 juta dan kalau omset Rp 5 juta, keuntungan bersihnya bisa Rp 4 juta," jelasnya.

Masuk TV

Menjadi pelopor lukisan kayu membuat Ryka pernah diundang oleh beberapa stasiun televisi.

"Ia pernah diundang sama beberapa TV. Di situ ceritain modal yang Rp 60 ribu dan pemanfaatan limbahnya," katanya.

Selain itu, sejak dirinya nongol di TV, ia kerap mendapatkan Direct Message (DM) di Instagram perihal Mukakayu ataupun lukisan kayu.

"Dari situ ada yang nanya lewat DM. Jadi kadang ada yang buka usaha sama nanya-nanya juga. Jadi lebih ke berbagi ilmu yang kita punya aja. Sebab rezeki sudah diatur," tandasnya.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.