Heartache


“Aku tahu aku bukan yang terbaik bagimu. tapi adakah kesempatan kedua untuk memulai semuanya dari awal?” -Yamanaka Ino

Pagi yang sangat cerah hari ini. laki-laki berkulit putih pucat terlihat baru bangun tidur. ia membuka jendela kamarnya dan menatap matahari.

“Cerah sekali” ujar laki-laki yang bernama Shimura Sai itu. ia langsung ke kamar mandi. saat mandi, ia menatap cermin. bukan bayangannya yang ia lihat tapi bayangan seorang perempuan beramput pirang yang ia lihat.

“I.. Ino-chan” ia menyebut nama kekasihnya itu. seakan seperti mimpi, ia memukul cermin itu hingga tangannya berdarah. selesai mandi, ia berpakaian lalu pergi. di jalan ia bertemu dengan teman satu timnya Uzumaki Naruto.

“Ohayou, Sai. ada apa dengan tanganmu?” Naruto kaget melihat tangan kanan Sai dibalut perban.

“Ah, ini bukan apa-apa” Sai hanya bisa fakesmile.

“Ayo kita temui Tsunade-sama” kedua orang itu pergi menuju tempat kerja Tsunade.

Setibanya di sana, Sai melihat banyak orang tapi ia tak melihat Yamanaka Ino.

“Kalian akan aku beri tugas” ekspresi Naruto berubah jadi lemas sementara Sai jadi semangat.

“Eh kenapa ada tugas lagi, nenek-nenek?” Naruto memang suka memanggil Tsunade dengan sebutan nenek-nenek.

“Hey Naruto, jangan panggil aku nenek-nenek” Tsunade menggebrak meja. Sai menepuk pundak Naruto untuk menyuruhnya diam.

“Apa tugas kami?” tanya Sai.

“Kalian bantu Shikamaru menyusun strategi perang” begitu tahu tugasnya, Sai dan Naruto pergi menemui Shikamaru di Balai Desa.

“Untung saja kalian datang cepat” wajah Shikamaru yang panik membuat Sai dan Naruto heran.

“Akatsuki akan menyerang desa kita 2 jam lagi” pernyataan Shikamaru membuat dua orang itu jadi kaget.

“Na.. nani?” ujar Sai.

“Naruto, kau akan masuk di Tim Penyerang Satu bersamaku. Sai kau bersama Kakashi dan Sasuke berjaga di arah Timur. biasanya arah Timur rawannya” Sai dan Naruto mengangguk tanda mengerti. tiba-tiba Sai teringat Ino kekasihnya yang termasuk Ninja Medis.

“Apakah Ninja Medis ikut berperan dalam perang ini?” pernyataan Sai membuat Shikamaru paham bahwa ia mengkhawatirkan Ino.

“Pacarmu pasti ikut” Shikamaru menepuk pundaknya.

Setelah selesai menyusun strategi perang, Sai langsung pergi ke arah Timur.

“Kau datang juga” Sasuke menyapanya duluan. dari kejauhan, Kakashi melihat gerombolan orang datang.

“Akatsuki datang” ujar Kakashi.


“Ck, akan sangat merepotkan jika ada Madara” Sasuke mengepalkan tangannya dengan keras. mereka bertiga maju ke garis depan untuk bertarung. tapi naas mereka dikepung.

Di satu sisi, Ino sangat khawatir akan keadaan Sai.

“Sai-kun, kenapa harus kau yang ikut perang?” Ino menangis saking khawatir.

“Tenanglah Ino, dia akan baik-baik saja” Tsunade berusaha menenangkan Ino karena ia mengerti bagimana perasaan Ino saat ini.

“Ternyata kau di sini, Kakashi Hatake” ujar Orochimaru dengan tatapan sinis. melihat Kakashi akan diserang, Sai langsung menghalanginya. Orochimaru malah menyerang Sai dan menendangnya sehingga ia terlempar jauh.

“Sasuke, kau dekati Sai. aku akan menyerangnya” Sasuke berlari kearah Sai yang berada 20 meter darinya.

“Kau terluka parah” Sasuke melihat banyak darah bercucuran dari wajah dan perut temannya itu. Sai mengeluarkan tinta, kuas, dan gulungan untuk menulis surat berisi minta bantuan.

“Ck apa yang kau lakukan?” Sasuke melihat burung yang Sai gambar hidup lalu Sai menaruh gulungan di kaki burung itu.

“Terbangkan burung ini, dia akan terbang ke Balai Desa” karena kasihan, Sasuke menerbangkan burung itu.

Shikamaru melihat seekor burung terbang ke arahnya. ia tahu bahwa burung itu adalah gambaran Sai dan burung itu membawa pesan. ia langsung menghadap Tsunade.

“Nona Tsunade, ada pesan dari Sai” suara Shikamaru mengagetkan semua orang termasuk Ino.

“Dari Sai-kun?” tanya Ino. Tsunade membaca pesan itu dan tiba-tiba ia kaget.

“Shikamaru, suruh Sakura, Neji, Hinata dan Naruto ke arah Timur” Shikamaru pergi dari hadapan sang Hokage kelima itu.

“Apa yang terjadi dengan Sai-kun, nona Tsunade?” Ino menangis lagi karena ia sangat khawatir dengan kekasihnya itu.

“Dia terluka parah” jawaban Tsunade membuat Ino membelalakkan matanya.

“Biarkan aku pergi” saat Ino akan pergi, Tsunade menahan tangannya.

“Kau jangan pergi. di sana sangat bahaya” Ino tak mendengarkan kata-kata Tsunade, ia nekat pergi. Tsunade tak marah saat Ino nekat pergi, ia sangat mengerti perasaan Ino saat ini.

Naruto, Neji, Hinata, dan Sakura tiba. dengan sigap, Sakura langsung mengobati Sai, Hinata, Naruto, dan Neji membantu Kakashi dan Sasuke.

“Lukanya sangat dalam” Sakura kesulitan menyembuhkan luka Sai. karena tak mau melihat kekasihnya yang terluka, Ino mendekati Orochimaru dari arah berlawanan.
Naruto kaget melihat ada yang melempar shuriken dari atas. Naruto kaget ternyata itu Ino.

“Ino, kenapa kau ke sini?” tanya Naruto.

“Aku ke sini untuk menolong Sai-kun. dia terluka parah gara-gara orang ini” Ino menunjuk Orochimaru sambil menatapnya dengan sinis.

Ino langsung mengeluarkan kuda-kuda yang membuat Neji kaget.

“Dia akan mengeluarkan Shintenshin No Jutsu” ujar Neji.

“Kita bisa menyerang yang lain jika Orochimaru kena jutsu itu” ujar Kakashi.

Ternyata benar, Ino mengeluarkan Shintenshin No Jutsu dan kini Orochimaru berada di bawah kendalinya. Sai bangun dari pingsannya karena ia mendengar suara Ino.

“I.. Ino-chan” panggilnya sambil memegang perutnya yang masih mengeluarkan banyak darah.

“Jangan bergerak dulu, lukanya belum sembuh” ujar Sakura. nampaknya Sai tidak mendengarkan Sakura, ia berjalan mendekati Ino.

“Sepertinya sebentar lagi aku mati. izinkan aku memanggilnya sebelum aku mati, Tuhan” dengan sisa tenaganya, ia menepuk bahu Ino.

“Ino-chan” roh Ino kembali ke tubuhnya dan kini Orochimaru berusaha menyerangnya. Sai langsung melindungi Ino dan darah pun bercucuran dari tubuh Sai. Ino kaget ternyata kekasihnya melindunginya. melihat Orochimaru berusaha membunuh Ino, Naruto mengeluarkan Rasen Shuriken dan Orochimaru pun mati.

Hinata dan Sakura mengobati Sai dengan cepat. tiba-tiba Hinata berhenti.

“Kenapa, Hinata? Sai-kun selamat?” tanya Ino sambil menangis.

“Di.. di.. dia sudah meninggal” jawaban Hinata, Ino berteriak dengan kencang.

Setelah perang selesai, jasad Sai dimakamkan. Ino tak percaya kekasihnya mati karena melindunginya.

“A.. aku tidak percaya kau tiada, Sai-kun” Ino menangis tanpa henti selama proses pemakaman Sai. kini kekasihnya telah tiada, ia hanya bisa mengenang Sai dalam ingatannya. bagi Ino, sosok seorang Shimura Sai tak akan tergantikan.

“Jadi inikah sakit hati?

Jadi inikah sakit hati?

Penyesalan yang didapat berubah menjadi air mata, oh sayang

Jadi inikah sakit hati?

Jadi inikah sakit hati?

Senyumanmu di hari itu berubah menjadi kenangan

Aku merindukanmu” -One Ok Rock- Heartache

Sumber : ceritamu.com

No comments

Powered by Blogger.