Heboh Klaim Emas Milik Sultan Yogya Dijarah Inggris

Selain Malioboro dan Titik Nol Kilometer, Tugu Pal Putih Yogyakarta menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.

Ada pihak yang mengaku keturunan (trah) Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) II mengklaim 57 ribu ton emas milik Sultan HB II dijarah oleh tentara Inggris pada masa Perang Sepehi. Mereka juga menuntut emas jarahan itu dikembalikan dan Inggris meminta maaf. Apa kata sejarawan?

Sejarawan sekaligus penulis buku 'Geger Sepoy', Lilik Suharmaji mengatakan perang yang oleh orang Jawa disebut Perang Sepehi itu terjadi pada 1812. Kala itu Inggris mulanya menyerang Palembang pada 1811 lalu berlanjut menyerang Jawa yang kala itu dikuasai Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels.


"Karena Daendels kalah lalu jenderal dijabat Jensen (Jan Willem Jensen) dan Inggris menguasai Jawa," terang Lilik saat dihubungi wartawan, Rabu (29/7/2020).

Selama perang itu berlangsung terjadi sejumlah perampasan mulai dari manuskrip, karya-karya intelektual hingga perhiasan. Penjarahan itu pun juga terjadi di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Jadi setelah perang itu, karya-karya intelektual Keraton Yogyakarta habis dijarah semua," terang Lilik.

Lilik pun membantah klaim trah Raja Yogya HB II soal 57 ribu ton emas yang dijarah Inggris. Menurutnya, kalau pun ada penjarahan emas milik keraton Yogyakarta pada masa pemerintahan HB II saat itu, diyakini jumlahnya tak sebanyak itu.

"Selama saya meneliti itu tidak ada (57 ribu ton emas Keraton dijarah). Jadi yang dijarah adalah uang, manuskrip atau kekayaan intelektual, dan perhiasan milik Ratu Kencana Wulan, istri tercinta HB II," jelas Lilik.

Klaim soal 57 ribu ton harta Raja Yogya HB II dijarah tentara Inggris itu disampaikan oleh seorang bernama Fajar Bagoes Poetranto. Dia mengaku sebagai trah Raja HB II dan menyebut penjarahan itu terjadi pada 1812 saat Perang Sepehi atau dikenal dengan peristiwa Geger Sepehi.

"Kami mengharapkan harta dan benda bersejarah yang dijarah tentara Inggris pada Perang Sepehi tahun 1812 untuk dikembalikan. Barang-barang tersebut merupakan salah satu bagian dari milik Keraton Yogyakarta di masa Raja Sri Sultan Hamengkubuwono II," demikian ditulisnya lalu disampaikan ke sejumlah pihak.











Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.