Ikuti Langkah AS, Australia Beri Pernyataan Tegas Tolak Klaim Tiongkok di Laut China Selatan



Australia kini tak lagi diam terhadap sikap agresif Tiongkok di Laut China Selatan.

Sebagaimana dikabarkan Pikiran-Rakyat.com, negara ini ikut bergabung dengan AS, Filipina, India, dan Jepang dalam latihan militer bersama.

Australia juga mengumumkan pernyataan tegas kepada langkah Tiongkok yang tak menghormati konvensi hukum laut internasional UNCLOS 1982.

"Tak ada dasar hukum atas garis buatan Tiongkok yang menghubungkan titik terdepan dari fitur maritim ataupun 'sekelompok pulau' di Laut China Selatan," kata perwakilan Australia untuk PBB pada Jumat 24 Juli 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com dari South China Morning Post.


"Australia menolak klaim 'hak historis' atau 'hak maritim dan kepentingannya' sebagaimana ditetapkan di 'praktik bersejarah' di Luat China Selatan," sambungnya.



Posisi Negeri Kanguru itu kini bersama-sama dengan Pemerintahan Donald Trump di AS meski sebelumnya memilih untuk tak berpihak.

Baik AS maupun Australia sama-sama memberi pernyataan sesuai hasil mahkamah internasional PBB pada 2016 silam yang memenangkan klaim negara-negara Asia Tenggara atas Laut China Selatan.

Untuk memperkuat 'tekanan' keduanya pada Tiongkok, direncanakan rapat di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pekan depan.

Pertemuan kedua negara akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri serta Pertahanan baik dari Australia maupun AS.

Tekanan dari dua negara sekutu itu merupakan respon atas menguatnya aktivitas militer Tiongkok di perairan tersebut.

Tiongkok sudah setahun terakhir membangun pangkalan militer di dangkalan, karang, maupun bebatuan terdepan.

Ini dilakukan demi memperluas klaim negara komunis itu atas Laut China Selatan yang kaya akan sumber daya alam.

Pernyataan Australia terhadap sikap Tiongkok pun tidak dibalas langsung oleh perwakilan Beijing di PBB.

Kendati demikian, mereka terus-menerus menyerang AS yang dinilai 'mengabaikan fakta dan sejarah' di Laut China Selatan.

Sebagaimana dikabarkan Pikiran-Rakyat.com, Tiongkok pun terus mendekati negara-negara yang berseteru dengannya soal perairan ini.

Namun, kelihatannya tak semua rencana negeri yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu akan berjalan semestinya.

Filipina yang sudah dekat selama empat tahun, tiba-tiba balik arah dan berlatih bersama AS gara-gara Beijing ingkar janji.

Tiongkok yang sempat 'mengobral' wacana pembangunan beserta pinjamannya ternyata hanya menebar janji palsu.

Belum lama ini, Vietnam didekati dengan cara 'sesama negara komunis harus melawan AS'. Metode itu digunakan untuk membungkam Hanoi yang sempat vokal melawan agresivitas Tiongkok di Laut China Selatan
Tetangganya, Kamboja juga terus-menerus diguyur bantuan agar tetap setia pada Beijing








Sumber : pikiran rakyat 

No comments

Powered by Blogger.