Jualan Abon Tuna Hingga Mancanegara, Inovasi Digitalisasi Produk Bisa Jadi Inspirasi



Menjadi pengusaha memang memiliki tantangan dan hambatan. Salah satu hambatannya adalah cemoohan dan ejekan dari orang terdekat. Kenny Alkano, pemilik Abon Nona Tuna ini sempat merasakannya. Kenny diejek karena berpendidikan tinggi, namun hanya mampu berjualan produk abon tuna.

Kendati demikian, produk olahan ikan ini mampu diterima masyarakat luas. Dengan kerja kerasnya, Kenny mampu memiliki reseller hingga ke luar negeri. Sebab, 80 persen penjualan produk abon tuna ini dipasarkan melalui digital atau online. 

“Tuna itu memiliki protein yang tinggi dan kandungan vitamin yang melimpah. Produk saya juga sudah diuji laboratorium. Pemasaran produk saya 80 persen melalui digital. Saya sudah mengirim ke seluruh Indonesia, bahkan produk tuna ini sudah tembus sampai ke luar negeri,” ujar Kenny kepada Sandiaga di Jemput Rezeki..

Saat mengawali usahanya, Kenny hanya bermodalkan uang tabungan sebesar Rp 7 juta. Sebelum adanya wabah COVID-19, omset yang didapat Kenny mencapai Rp 50 juta per bulan. Namun, omzetnya meningkat di tengah pandemi COVID-19 yang mencapai Rp 90 juta per bulan.

“Untuk modal awalnya Rp 5-7 juta. Omzet per bulannya sebelum ada pandemi COVID-19 bisa capai Rp 40-50 juta. Saat ada pandemi, Alhamdulillah meningkat jadi Rp 80-90 juta per bulan,” katanya.
 
Sandiaga menilai langkah Kenny dalam memasarkan produknya lewat digitalisasi merupakan inovasi yang sangat inspiratif untuk para pengusaha di tengah wabah COVID-19. Menurutnya, para pengusaha harus mampu melihat peluang di tengah kesulitan karena pandemi ini. Selain itu, pengusaha harus mampu berjuang dan bekerja keras dalam mencapai hasil yang lebih maksimal.

“Di tengah pandemi ini, pengusaha harus tetap yakin badai pasti berlalu. Allah SWT tidak akan menguji umat-Nya melebihi batas kemampuannya,” jelas Sandiaga.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.