Lalapan Kol dan Timun Terbukti Jadi 'Obat' Covid-19, Benarkah?



      Seluruh dunia tengah berusaha mencari obat Covid-19 yang efektif. Ya, bukan hanya vaksin yang tengah diteliti, tetapi beberapa negara tengah berusaha menemukan alternatif pengobatan untuk pasien infeksi Covid-19.



Baru-baru ini, peneliti dari Perancis menemukan fakta baru bahwa makanan yang mengandung kol mentah maupun fermentasi bermanfaat melawan virus corona. Jenis lalapan satu ini ternyata mampu mengurangi kadar senyawa yang membantu virus menginfeksi tubuh.

Menurut laporan New York Post, studi ini menemukan bahwa kol yang diolah sebagai acar atau asinan, mentimun, dan kimchi, dapat membantu memperkuat ketahanan tubuh terhadap virus.

Para peneliti Eropa mengatakan bahwa antioksidan yang berlimpah dalam lalapan itu dapat menjelaskan mengapa negara-negara dengan jumlah sayuran itu angka kematian pasien Covid-19 rendah dibandingkan negara seperti Amerika. Negara penghasil kol, mentimun, dan kimchi, yang banyak seperti Jerman dan Korea Selatan.

Jean Bousquet, profesor kedokteran paru di Universitas Montpellier di Perancis, mengatakan diet mungkin memainkan peran yang lebih besar dalam menentukan siapa yang tertular virus dan seberapa baik mereka melawannya.

"Jenis asupan makanan apa yang dikonsumsi ternyata memberi manfaat bagi tubuh dalam melawan virus. Nutrisi dapat berperan dalam pertahanan kekebalan terhadap Covid-19 dan dapat menjelaskan beberapa perbedaan yang terlihat pada Covid-19 di seluruh Eropa," katanya.

Prof Bousquet melanjutkan, dirinya sekarang telah mengubah pola makan dan itu termasuk memasukkan kol mentah pada menu makan tiga kali dalam seminggu, asinan kol seminggu sekali, dan rutin mengonsumsi acar sayuran.

"Memahami perbedaan dan faktor perlindungan seperti memilih asupan makanan adalah sesuatu yang cukup penting dan pada akhirnya dapat membantu mengendalikan pandemi ini," terang dia.

Penelitian yang dipublikasi dalam Jurnal Clinical and Translational Allergy itu mengamati tingkat kematian akibat virus corona dan perbedaan pola makan masyarakat setiap negara. Ditemukan bahwa Jerman memiliki angka kematian yang signifikan lebih rendah, salah satunya karena konsumsi kol yang cukup banyak, dibandingkan negara seperti Austria, Republik Ceko, Polandia, atau Slovakia.

The Sun melaporkan, angka kematian tinggi pada negara-negara rendah konsumsi kol seperti Belgia, Perancis, Italia, Spanyol, dan Inggris.

Prof Bousquet menegaskan, tingginya jumlah konsumsi makanan kaya antioksidan bisa menjadi perisai tubuh menghalau masuknya virus dan dengan begitu, pandemi bisa diatasi. "Makanan tinggi antioksidan dapat melindungi tubuh dari Covid-19," ungkapnya. Penelitian ini belum ditinjau oleh sejawat.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.