Macan Tutul Peneror Akhirnya Masuk Perangkap Warga




    Macan tutul yang kerap masuk perkampungan pasti membuat resah masyarakat. Selain membahayakan manusia, binatang yang tergolong buas ini juga memangsa hewan peliharaan warga.



Kondisi ketakutan dan khawatir dialami warga Dusun Cikupa, Lumbung, Ciamis, Jawa Barat. Berbekal perangkap besi, warga akhirnya menangkap macan tersebut.
Setelah masuk perangkap, macan tersebut tampak lemah. Namun tidak ada warga yang berani mendekat karena tetap terlihat ganas dengan menampakkan taringnya.

Penangkapan macan tutul ini membuat heboh warga Desa Cikupa, terutama yang bermukim di kaki Gunung Syawal, Ciamis. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi penyimpanan macan tutul untuk melihat dari dekat.

Macan tutul ini sudah meneror warga kaki Gunung Syawal selama empat bulan terakhir. Selain menampakan diri di hadapan petani yang berladang, macan tutul juga kerap memangsa ayam dan kambing. Bahkan delapan ekor anjing peliharaan warga turut dimangsa saat malam hari.

“Sebenarnya masyarakat Cikupa tidak diberi tahu, hanya orang tertentu. Hampir empat bulan lah menampakan dan sering mangsa ternak ayam juga sekitar delapan anjing,” kata Asna Maulana Sidik, pemasang perangkap, Jumat (26/6/2020).

Konflik macan tutul dengan warga Desa Cikupa kerap terjadi. Warga sering menangkap macan jenis ini pada 2012, 2014, 2015, 2108 tahun ini.

Asna memperkirakan macan tutul yang masuk perangkap kali ini pernah ditangkap beberapa tahun lalu. Pasalnya, ditemukan GPS collar terpasang di bagian leher sebagai tanda untuk mengamati keberadaan hewan langka ini.

Masyarakat meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis tidak melepaskan macan tutul ini kembali ke Gunung Syawal. Mereka khawatir macan akan kembali meneror masyarakat.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.