Mayat Miliarder Muda Ditemukan Terpotong-potong di Apartemen New York


  
     Polisi Kota New York (NYPD) menemukan jasad tanpa kepala di sebelah sebuah gergaji listrik, yang diyakini sebagai mayat dari miliarder dan pengusaha teknologi Fahim Saleh.



Laporan New York Daily News menyebutkan bahwa polisi menemukan mayat itu di kondominium Fahim di Manhattan. Beberapa sumber mengatakan bahwa polisi juga menemukan kantong sampah besar di dekat tubuh mayat.

"Kami memiliki tubuh, kepala yang telah dipenggal, lengan dan kaki. Semuanya masih ada di tempat kejadian. Kami tidak memiliki motif," kata Juru Bicara NYPD Sersan Carlos Nieves dalam laporan itu.

Sumber-sumber kepolisian mengatakan para detektif NYPD masih menunggu tes sidik jari dan forensik pada tubuh.

Menurut laporan itu, NYPD dipanggil ke tempat kejadian ketika saudara perempuan korban menghubungi 911 pada Selasa (14/7/2020) mengatakan bahwa dia tidak melihat kakaknya seharian.

Rekaman kamera pengawas di elevator memperlihatkan Fahim masuk ke lift diikuti dua orang yang mengenakan sarung tangan topi, dan masker menutupi wajah mereka.

Ketika Fahim berjalan keluar dari lift, dia tampaknya segera jatuh dan sumber mengatakan dia mungkin "tertembak atau dilumpuhkan". Sumber itu menambahkan bahwa "pelakunya memiliki koper" dan "sangat profesional".

Orang-orang yang mengenalnya, seperti tetangga dan pekerja di toko-toko terdekat, menggambarkan Fahim sebagai oirang yang "ramah". Teman-teman juga mengatakan mereka percaya dia "ditargetkan" tetapi tidak menjelaskan alasannya.

"Dia tidak pernah mengatakan dia takut. Dia selalu sangat “ceria tak banyak pikiran”," kata seorang teman pria dalam laporan itu.

Kondominium Manhattan di mana mayat itu ditemukan dibeli Fahim seharga USD2,25 juta pada 2019. Dia membagikan foto kondominium itu di media sosialnya tahun lalu dengan tulisan "My home".

Fahim, 33 tahun, adalah CEO Gokada, sebuah perusahaan berbagi sepeda motor di Lagos, Nigeria. CNN melaporkan bahwa Nigeria melarang penggunaan sepeda motor komersial dan becak di kota yang mulai berlaku pada 1 Februari tahun ini.

Berdasarkan informasi di profil LinkedIn-nya, pada 2015 Fahim juga mendirikan Pathao, sebuah platform digital untuk transportasi dan pengiriman makanan di Bangladesh, negara asal orang tuanya. Pada 2019, ia adalah bagian dari grup yang menginvestasikan USD2,5 juta dolar ke Picap, sebuah perusahaan pengendara sepeda motor yang berbasis di Kolombia.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.