Orangtua Beri Anak Barang Mewah lalu Pamer di Media Sosial kayak Artis, Apa Sih Dampaknya


BELUM lama ini, publik dibuat kaget dengan unggahan Kylie Jenner di Instagram. Ya, ibu muda itu memberikan barang mewah kepada anak perempuannya, Stormi, yang masih berusia 2 tahun.

Beberapa netizen menilai Kylie Jenner tidak semestinya memberikan anak balita sekecil itu sudah mendapatkan barang mewah. Bahkan, si netizen menyarankan agar Kylie menggunakan uang itu untuk membantu anak-anak yang kelaparan di Amerika.

Mengetahui ada netizen yang berkomentar atas pemberian barang mewah kepada anaknya, Kylie Jenner tak ambil pusing. Dia tak menggubris komentar tersebut dan mungkin menganggapnya sebagai angin lalu. 

Kelakuan Kylie Jenner memberikan tas mahal bukan pertama kali. Ya, jika dilihat di Instagram pribadinya, beberapa kali Stormy menenteng tas mewah dan diunggah Kylie di media sosial.

Tidak heran juga Stormi mendapatkan fasilitas tersebut, mama muda berusia 22 tahun itu memang tajir melintir dan mudah bagi dia memberikan benda apapun untuk sang anak.

Berkaca dari kelakuan Kylie Jenner sebagai orangtua yang memanjakan anaknya dan membagikan momen itu ke media sosial, coba menanyakan perilaku ini ke Psikolog Anak Karina Istifarisny, apakah tindakan seperti itu memberi dampak bagi si anak. Apa respon dia?

"Perilaku memanjakan anak ini beda-beda maknanya untuk setiap orangtua. Ada keluarga yang beli sepatu harga puluhan juta itu jadi keseharian, yang spesial itu sepatu ratusan juta. Tapi, ada keluarga yang beli sepatu harga jutaan biasa, yg spesial sepatu puluhan juta. Jadi, selagi itu memang standarnya keluarga dan tidak memaksakan diri untuk melakukan pembelian barang mewah, enggak masalah," tutur Karina melalui pesan singkat, Kamis (23/7/2020).

Namun, menjadi catatan penting di sini ialah akan jauh lebih menguntungkan untuk si anak ketika dia diajarkan berpikir tentang dirinya, keinginannya, dan kebutuhannya lebih dini.

"Misalnya, jumlah uang yang sama itu bisa digunakan untuk apa aja, apakah untuk donasi, setengahnya donasi setengahnya beli yang dibutuhkan, beli benda yang lain, atau apa? Nah, dia mau pakai untuk kemana? Alasannya apa? Di sini anak belajar untuk menganalisa pilihan, mandiri, dan yakin dalam pilihannya," ungkapnya. 

Lebih lanjut, terkait dengan perilaku orangtua membagikan momen itu ke media sosial, Karina punya penilaian sendiri. Baginya, postingan ini berkaitan dengan social life dan social feedback.

"Dapetin like itu bisa memengaruhi diri seseorang. Bisa banget muncul kecenderungan untuk bikin postingan biar dapat like banyak dan kalau enggak banyak kayak biasanya, timbul rasa sedih, kecewa," tutur Karina.

Dia menambahkan, untuk social feedback seperti itu, jangankan anak, orang dewasa pun ada yang terpengaruh.

"Kalau anaknya masih belum ngerti, ya, masih okelah. Tapi kalau anaknya sudah bisa menilai situasi sosial, membaca komentar dan memaknai isinya, nah di sini momen orangtua harus benar-benar mendampingi agar dampaknya lebih banyak yang positif daripada yang negatif," pungkas Karina.



Sumber : liputan6

No comments

Powered by Blogger.