Pandemi Covid-19, Tradisi Abdau dan Karnaval Budaya di Desa Tulehu Ditiadakan

Para pemuda di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berebut bendera bertuliskan kalimat syahadat dalam rangkaian acara abdau yang digelar di desa tersebut pada Hari Raya Idul Adha 2019



Tradisi abdau dan karnaval budaya yang setiap tahun digelar masyarakat Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah saat perayaan Hari Raya Idul Adha, ditiadakan pada tahun ini. Kepala Desa Tulehu Urian Ohorella mengatakan, keputusan itu diambil dalam rapat adat yang berlangsung pada Minggu (25/7/2020). 

“Untuk tahun ini abdau ditiadakan, jadi besok itu tidak ada abdau, itu sudah ada keputusannya melalui rapat adat yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda,” kata Urian kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (30/7/2020). 



Urian menjelaskan, kegiatan abdau dan karnaval budaya itu telah menjadi tradisi turun menurun di Desa Tulehu.  Namun, pemerintah desa terpaksa megambil keputusan tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

 “Karena corona jadi kaul negeri saja yang digelar, hanya penyembelihan hewan kurban saja, untuk abdau dan karnaval budaya yang mengumpulkan banyak orang tidak dilakukan,” kata Urian. Urian berharap masyarakat Desa Tulehu dan warga Maluku yang setiap tahun meyaksikan kegiatan itu memakluminya. Sebab, keputusan itu diambil untuk kebaikan bersama.

 “Jadi kami berharap kondisi ini dapat dimaklumi oleh kita semua, ini bukan kesengajaan kita tapi karena kondisi corona ini,” ujarnya. Tradisi abdau saat merayakan Idul Adha telah diselenggarakan selama ratusan tahun lalu di Desa Tulehu, sekitar 1600 masehi. Baca juga: Sejumlah Anak Menumpang Pakai Wifi Kantor Polisi untuk Belajar, 

Awalnya Dikira Mau Laporan Puncak kegiatan itu biasanya dilakukan setelah acara kaul negeri dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di desa. Dalam tradisi tersebut ribuan pemuda desa akan berebut bendera bertuliskan kalimat syahadat yang diikat di sebuah tiang. Tradisi ini menggambarkan semangat persatuan masyarakat Tulehu yang tercermin dari keberhasilan umat Islam saat Perang Badar.








Sumber : kompas

No comments

Powered by Blogger.