Pro Kontra Tisu Magic, Memangnya Aman Untuk Digunakan


Tisu Magic atau tisu mejik dianggap memiliki kemampuan laiknya obat kuat yang membuat aktivitas seksual bertahan lebih lama. Tisu magic dipercaya dapat membuat kelamin lelaki lebih kebal dan memberikan efek baal.

Tapi pertanyaannya, apakah tisu magic aman digunakan? Terlepas dari pertanyaan tersebut, kasus iritasi yang disebabkan oleh tisu magic bukan hanya omong kosong biasa.


Tisu magic umumnya dibuat menggunakan alkohol yang bagi sebagian lelaki, bisa menyebabkan karena gatal, ruam dan bahkan nyeri.

Di sisi lain, Head of Sales Magic Power Agus Turjono mengatakan bahwa tak semua produk tisu magic yang dijual dipasaran aman, dan tak semuanya juga berbahaya saat digunakan,

"Selama ini banyak masyarakat mengira tisu magic ini tidak aman. Padahal tidak semua merek tisu magic seperti itu. Kami telah memformulasikan dengan komposisi yang lebih pas dan tidak terlalu kuat, sehingga sangat aman untuk digunakan tanpa perlu dibilas," kata Agus menjawab pertanyaan pro kontra tisu magic melalui siaran tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (3/7/2020).

Ia bahkan menjamin produk yang ia jual tidak memiliki efek samping dan telah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Magic Power Tissue sendiri baiknya digunakan oleh lelaki yang sudah menikah dengan rentang usia 20 tahun hingga 75 tahun.


Mereka juga diminta untuk mementingkan kebersihan saat berhubungan intim dengan pasangan. Dengan menjaga kehigienisan, kata Agus, lelaki tak hanya akan menjadi lebih percaya diri di ranjang melainkan juga dapat lebih membahagiakan pasangan.

Di sisi lain, beberapa produk tisu magic juga bisa menjadi antiseptik karena kandungannya seperti PEG atau krim basis salep. 

"Tisu magic mengandung antiseptik yang sesuai untuk meningkatkan kehigienisan di area sensitif lelaki dan mengandung beberapa bahan aktif. Bahan aktif tersebut antara lain aloe vera sebagai anti iritan, PEG serta bahan natural lainnya yang dapat menghaluskan dan menjaga kesegaran kulit, sekaligus membentuk lapisan lembut yang mengurangi sensitivitas kulit terhadap rangsangan," tutup Agus.


Sumber : suara.com

No comments

Powered by Blogger.