Sempat 'Sukses' Tangani Corona, Tiga Negara Asia Ini Justru Terancam Gelombang 3


Sempat 'Sukses' Tangani Corona, Tiga Negara Asia Ini Justru Terancam Gelombang 3


Dunia sedang berperang melawan pandemi virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 16 juta orang, serta menewaskan lebih dari 650 ribu orang di berbagai negara. Banyak negara yang masih berjuang mengatasi virus corona. Namun, ada juga beberapa negara yang dinilai berhasil menekan laju penyebaran COVID-19.

Meski demikian, sejumlah negara yang sempat dinilai sukses menangani pandemi tersebut tidak berlangsung lama. Sebagai contoh, tiga negara di Asia kini sedang dihadapkan pada ancaman gelombang ketiga virus corona setelah sebelumnya berhasil memukul mundur pandemi.


Ketiga negara di Asia ini adalah Tiongkok, Malaysia, dan Hong Kong. Tiga negara ini telah melaporkan lonjakan kasus COVID-19 tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, negara-negara tersebut mulai mempertimbangkan kembali untuk menerapkan lockdown. Berikut merupakan penjelasan perkembangan kasus pada ketiga negara:

1. Tiongkok

Dilansir dari Reuters, Tiongkok baru saja melaporkan kasus virus corona tertinggi yang tidak melibatkan imported case sejak awal Maret lalu. Tercatat, Pemerintah Tiongkok telah melaporkan ada penambahan 61 kasus virus corona baru pada Minggu (26/7).

Komisi Kesehatan setempat menjelaskan jika angka tersebut naik dari 46 kasus sehari sebelumnya. Dari 61 kasus baru, sekitar 57 kasus berasal dari penularan lokal. "Paling banyak sejak 6 Maret ketika 75 infeksi baru dilaporkan,” ungkap Komisi Kesehatan setempat seperti dilansir dari Reuters, Selasa (28/7).

Laporan tersebut membuat Tiongkok kini berpotensi kembali menghadapi wabah virus corona gelombang ketiga. Padahal, Negeri Tirai Bambu itu telah berhasil menekan laju penyebaran virus corona beberapa bulan lalu dengan menerapkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown.

2. Malaysia

Malaysia juga menjadi salah satu negara di Asia yang terancam diterjang gelombang 3 virus corona. Pasalnya, kasus COVID-19 di Malaysia dilaporkan telah melonjak tajam hingga 100 pasien setiap harinya.

Dalam empat hari terakhir, Malaysia melaporkan hingga 23 kasus corona baru pada Sabtu (25/7), 21 kasus corona pada Jumat (24/3), 9 kasus pada Kamis (23/7), dan 16 kasus pada Rabu (22/7) lalu. Penemuan ini muncul setelah Malaysia pada awal bulan menyatakan bebas kasus sejak pandemi menyebar Maret lalu.

Dilansir CNN, situasi ini membuat Pemerintah Malaysia mulai mempertimbangkan kembali untuk melakukan lockdown. Jika rencana ini diterapkan, tentunya hal itu menjadi kemunduran bagi Negeri Jiran. Terlebih, Kementerian Kesehatan Malaysia pada 1 Juli lalu telah sempat mengumumkan nol kasus corona baru pada 1 Juli lalu untuk pertama kalinya.

3. Hong Kong

Situasi yang terjadi di Hong Kong bahkan disebutkan sudah masuk dalam gelombang ketiga virus corona. Pemicunya adalah adanya rekor tambahan kasus harian di Hong Kong, yakni sebesar 133 orang positif terinfeksi COVID-19.

Pejabat kesehatan setempat lantas menyatakan keprihatinan mendalam mengenai situasi ini. Ia juga turut melaporkan jika tempat tidur rumah sakit setempat yang digunakan untuk menampung pasien virus corona sudah semakin menipis dan mendekati kapasitas maksimum.

”Kami melihat jumlah kasus yang sangat tinggi setiap hari dan trennya masih meningkat," Kata Kepala Cabang Penyakit Menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, Dr Chuang Shuk-kwan seperti dilansir dari South China Morning Post. “Kami sangat khawatir tentang apakah situasi ini dapat dikendalikan sebenarnya.”









Sumber : wowkeren

No comments

Powered by Blogger.