Teror Paket ke Mbak Titik Mereda, Terakhir Dikirimi Pisang 1,5 Ton

Titik bersama ayahnya di rumah tempatnya mengungsi, Kendal, Jumat (24/7/2020).

Titik (20), gadis asal Kendal, Jawa Tengah sempat dihantui teror kiriman paket barang selama dua tahun terakhir ini. Apakah teror tersebut masih berlangsung saat ini?

Saat dihubungi, Titik mengungkapkan hampir sepekan terakhir ini dia sudah tidak lagi mendapat teror kiriman paket barang.

"Seminggu ini sudah nggak lagi terima kiriman paketan," kata Titik saat dihubungi detikcom, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, teror paket barang terakhir yang diterimanya pada Jumat (24/7) lalu. Teror tersebut berupa kiriman pisang mencapai 1,5 ton.

"Terakhir ada kiriman itu hari Jumat lalu, paketannya buah pisang sebanyak 1,5 ton," ungkapnya.


Meredanya teror misterius ini membuat Titik mulai merasa tenang. Namun, rasa trauma masih muncul ketika ada orang tak dikenal datang bertamu ke rumahnya.

"Ya sekarang sudah lumayan tenang. Kalau rasa khawatir masih ada meski tinggal sedikit. Tapi kalau ada orang ketuk pintu masih juga takut," ujarnya.

Titik berharap teror yang dialaminya selama dua tahun ini berhenti. Siapapun pelakunya, diminta tidak lagi mengganggu hidupnya dan keluarga.

"Saya ingin hidup tenang, saya cuma berharap teror itu segera berhenti mengganggu saya dan keluarga saya," terang Titik.

Terpisah, Polres Kendal masih berupaya mengungkap siapa pelaku aksi teror yang menimpa Titik tersebut.

"Proses penyelidikan masih berjalan dan masih dilakukan pengembangan," kata Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aji Damawan saat ditemui detikcom di kantornya, hari ini.

Titik menjadi korban teror yang dilakukan orang tidak dikenal. Modus teror yakni dengan mengirimkan paket barang mengatasnamakan korban yang sama sekali tidak pernah dipesannya dan belum dibayar.

"Ya modusnya pelaku ini mengirim paketan barang ke rumah korban atas nama korban. Padahal korban sama sekali nggak pernah pesan apalagi membayarnya," jelas Aji.

Bermacam-macam paket barang dikirimkan ke rumah Titik, seperti buah-buahan, genting, batu bata, pakaian hingga parabola.

"Jadi korban ini dikirimi paketan barang yang macam-macam, ada buah-buahan, mesin cuci, handphone," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Titik mendapatkan teror berupa kiriman paket beraneka barang yang tidak dipesannya. Teror itu berlangsung sejak tahun 2018 saat dia bekerja di Semarang. Teror itu masih berlangsung saat Titik pulang kampung ke Kendal hingga ketika dia menyusul ayahnya yang bekerja di Batam.

Ayah Titik, Sunari, mengaku juga pernah menerima paket barang yang mengatasnamakan anaknya. Namun Sunari menolak paket barang tersebut dan pengantar paket memarahinya karena merasa ditipu.

"Saya sendiri juga pernah ngalami terima barang itu ada mebel, nanas, anggur, kelapa, dan terakhir pisang satu truk. Saya nggak pesan ya saya tolak, sempat ribut juga dengan pengantar barang. Namun setelah saya jelasin, dia mau nerima," katanya.

Barang-barang yang dikirim ke rumah Titik tidak hanya datang dari Kendal saja tapi juga dari luar kota bahkan dari luar pulau Jawa.

"Barang-barangnya ada yang dari Lampung, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Jepara," tambahnya.

Kondisi tersebut membuat Titik trauma dan ketakutan. Sunari akhirnya melaporkan aksi teror yang dialami putrinya itu ke polisi.













Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.