TKI Terancam Vonis Mati, HTW Desak Komans HAM Upayakan Langkah Diplomatik



Human Trafficking Watch (HTW) mendesak Pemerintah melalui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan penyelesaian diplomatik atas ancaman hukuman mati Jonathan Sihotang (31), Buruh Migran asal Indonesia di Malaysia.

TKI asal Pematangsiantar itu didakwa atas kasus pembunuhan yang terjadi pada 19 Desember 2018 silam.

Dalam persidangan, Jonathan dituntut hukuman mati karena menghabisi nyawa majikannya, Sia Seok Nee (44) warga Kilang Toto Food Trading No. 4897, Kampung Selamat, Tasek Gelugor, Malaysia.

HTW dalam hal ini meminta agar Komnas HAM, mendesak Lembaga hak asasi manusia PBB, maupun di negara Malaysia Dengan dasar “Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948” mengambil langkah-langkah konkrit dalam upaya meringankan hukuman Jonathan.

“Melalui resolusi 217 A (III) Pasal 3, [bahwa] Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai induvidu,” Demikan di sampaikan Yosefin Anastasia, sekretaris HTW Human Trafficking Watch, di Jakarta.

Yosefin menerangkan, pihaknya sudah meminta audensi langsung dengan Komans HAM. Akan tetapi, karena dalam suasana pandemi, audensi hanya dapat dilakukan secara virtual.

“Kami sudah meminta Audensi lansung kepada ketua Komnas HAM. Namun untuk sementara belum dapat di terima karena masih status PSBB Covid 19, sehingga kami di terima secara Virtual di salah satu ruangan komnasham,” Ujar Yosefin sambil menunjukkan bukti Permintaan Permohonan-nya kepada wartawan.

Peristiwa pembunuhan itu diawali masalah Gaji. Jonathan dijanjikan mendapat upah sebesar RM 15.000 selama setahun, akan tetapi ia hanya diberi upah RM 3000 oleh Korban.

Selema bekerja, Jonathan disebut mendapat banyak tekanan dari majikan dan perlakuan yang kurang manusiawi.

Pada 19 Desember 2018, Jonathan meminta gaji kepada majikannya. Akan tetapi, majikannya itu memberikan gaji yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Dia kemudian melakukan protes kepada majikannya, karena uang gajinya diberikan dengan cara dilempar.

Timbullah perselisihan antara keduanya hingga Jonathan naik pitam dan membunuh majikannya dengan parang. Selain membunuh korban, Jonathan juga dituduh melakukan penganiayaan pada dua orang anak majikannya.

Sumber :xtremepoint

No comments

Powered by Blogger.