Uni Eropa Hanya Terima Turis dari 15 Negara, Ada Indonesia


Memasuki masa new normal, sejumlah negara sudah membuka pintu terhadap wisatawan mancanegara. Begitu pula dengan beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Mereka memutuskan membuka pintu untuk para turis dari 15 negara.

Sayangnya, Indonesia belum masuk dalam daftar ini. Dikutip dari laman resmi Dewan Uni Eropa, dan akun Twitter Presiden Uni Eropa Charles Michel, turis dari Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Rusia juga masih belum boleh masuk ke Uni Eropa. Berikut daftar 15 negara yang boleh masuk Uni Eropa mulai 1 Juli 2020.

1. Aljazair

2. Australia

3. Kanada

4. Georgia

5. Jepang

6. Montenegro

7. Maroko

8. Selandia Baru

9. Rwanda

10. Serbia

11. Korea Selatan

12. Thailand

13. Tunisia

14. Uruguay

15. China


Khusus untuk China, Uni Eropa memberikan catatan akan membuka pintu untuk China jika pemerintah Negeri Tirai Bambu memberikan timbal balik yang sama. Turis dari negara-negara mikro, seperti Andorra, Monako, San Marino, dan Vatikan, juga diperbolehkan masuk.

"Warga dari Andorra, Monako, San Marino, dan Vatikan harus dipertimbangkan sebagai warga Uni Eropa untuk rekomendasi ini," tulis Dewan Uni Eropa.

Meski membatasi turis hanya untuk 15 negara, Uni Eropa juga memberikan pengecualian bagi turis yang di luar negara aman untuk masuk Eropa. Mereka yang diperbolehkan masuk Uni Eropa adalah para pekerja kesehatan, diplomat, petugas kemanusiaan, penumpang transit, pencari suaka, dan pelajar. Kebijakan yang sama juga berlaku bagi penumpang yang terpaksa bepergian karena alasan keluarga serta para pekerja asing yang kehadiran mereka dibutuhkan di Eropa.


Sumber : liputan6.com

No comments

Powered by Blogger.