Walikota Seoul Tulis Surat Minta Maaf Sebelum Ditemukan Meninggal

Walikota Seoul Tulis Surat Minta Maaf Sebelum Ditemukan Meninggal


Walikota Seoul Park Won-soon menulis catatan di mejanya berisi permintaan maaf sebelum dia ditemukan meninggal dunia.

Salah satu pejabat paling terkenal di Korea Selatan (Korsel) itu oleh putrinya dilaporkan hilang di tengah proses investigasi kriminal dan laporan media tentang tuduhan pelecehan seksual.

“Para petugas menggunakan sejumlah drone dan anjing pelacak untuk menemukan jasad Park di Mt Bugak, utara Seoul, beberapa saat setelah dini hari setelah pencarian oleh ratusan polisi,” papar pernyataan Badan Kepolisian Metropolitan Seoul.

Tak ada tanda-tanda perkelahian di tempat penemuan jasad itu dan kepolisian tidak menjelaskan penyebab kematian. “Dugaan bunuh diri muncul setelah salah satu mantan sekretaris Park mengajukan gugatan pada Rabu (8/7) yang menuduh pria 64 tahun itu melakukan pelecehan seksual padanya,” ujar laporan kantor berita Yonhap.



Kepolisian mengonfirmasi adanya gugatan kriminal terhadap Park tapi tidak mengungkap isi gugatan itu.

“Saya minta maaf pada semua orang,” tulis Park dalam catatan singkat yang dia tinggalkan di mejanya dan dirilis pemerintah kota Seoul atas izin keluarganya.

“Saya berterima kasih pada mereka yang berasma saya selama saya hidup. Saya mohon maaf pada keluarga saya dan pada mereka yang saya hanya mengakibatkan luka,” ungkap Park.

Tulisan itu tidak menyebut gugatan apapun terhadapnya. Perwakilan keluarga Park mengeluarkan pernyataan yang meminta agar semua orang melepas kepergiannya dan tidak menyebarkan pernyataan tanpa dasar.

“Jika berbagai tindakan mencemarkan nama baiknya berlanjut tanpa menghargai kebenaran, kami akan merespon keras dengan langkah hukum,” papar Moon Mi-ran, yang pernah menjabat sebagai deputi walikota Park.

Sebagian besar warga Seoul mengaku terkejut atas kabar kematian Park yang merupakan mantan aktivis, advokat hak asasi wanita dan pengacara yang dianggap sebagai calon presiden itu.











Sumber : sindo

No comments

Powered by Blogger.