Yonif 133 Berhasil Amankan TKI Ilegal di PLBN Nanga Badau Kalbar


Satgas Yonif 133/YS berhasil mengamankan satu orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal yang kembali menuju Indonesia dari daerah Kapit, Malaysia.



Komandan Satgas Yonif 133/YS, Letkol Inf Hendra Cipta, mengungkapkan bahwa seorang TKI Ilegal atas nama Fitriadi (33) itu merupakan penduduk Desa Kualadadu, Sungai Raya, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Hendra menyampaikan, Fitriadi diamankan tiga personel Satgas Yonif 133/YS yang berjaga di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Nanga Badau pada Rabu (1/7/2020).

"Yang bersangkutan diamankan saat mencoba masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi Batu Putih, Desa Berangan, Kecamatan Badau,” ujarnya.

Hendra mengatakan, setelah diamankan, kemudian personel Satgas yang dipimpin Praka Irfan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 atau Virus Corona sekarang ini.

“Karena tidak memiliki dokumen yang resmi, kita juga meminta keterangan kepada yang bersangkutan untuk pendalaman lebih lanjut. Dari laporan personel di lapangan, Fitriadi bekerja sebagai buruh proyek pembuatan jalan di daerah Kapit, Malaysia. Ia masuk ke Malaysia pada Oktober 2019 melalui Desa Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, dan tanpa membekali diri dengan dokumen resmi," katanya.

Selanjutnya, menurut Hendra, karena tidak memiliki dokumen yang resmi, Fitriadi diserahkan ke pihak Karantina Kesehatan PLBN Terpadu Nanga Badau, karena dari hasil pemeriksaan, Fitriadi memiliki suhu tubuh 37,1° dan non-reaktif Virus Corona.

“Suhu tubuhnya tinggi karena berjalan kaki selama enam jam dari Kapit, Malaysia, menuju PLBN Terpadu Nanga Badau," ungkapnya.

Di tempat terpisah, Pasi Intel Satgas Lettu Inf Sigab Gustaka Raharjo, mengatakan bahwa walau hasil pemeriksaan kesehatan terhadap Fitriadi non-reaktif, namun pihak PLBN Nanga Badau memintanya untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

"Pihak Karantina Kesehatan PLBN Nanga Badau pun akan memonitor langsung  pelaksanaan isolasi mandiri yang dilakukan terhadap Fitriadi," katanya.

Sumber:akurat

No comments

Powered by Blogger.