3 Fakta Ketindihan yang Ternyata Nggak Mistis-mistis Amat

Dalam kedokteran, ketindihan dikenal sebagai sleep paralysis (Foto: iStock)

Ketindihan jin! Demikian orang-orang pada masa lalu mengistilahkan kondisi terbangun dari tidur tetapi tidak bisa menggerakkan anggota badan.

Terbangun tengah malam dan tak bisa bergerak memang menyeramkan sih, kadang-kadang bikin merinding. Tetapi ternyata dalam kedokteran hal itu bukan sesuatu yang mistis, dikenal sebagai sleep paralysis.

Ketindihan juga selalu berhubungan dengan alam gaib. Berikut 3 penyebab ketindihan menurut sains, yang dikutip dari Webmd:

Baca juga: Hal-hal Mengerikan yang Bisa Terjadi Saat Kamu 'Ketindihan'

1. Disebabkan oleh gangguan tidur

Narkolepsi adalah gangguan saraf yang membuat kemampuan otak mengalami kesulitan mengatur tidur, sehingga menyebabkan rasa kantuk yang amat berat pada siang hari. Penderita narkolepsi sering mengalami sleep paralysis dikarenakan kacaunya gelombang otak, sehingga mereka merasa sadar padahal sedang bermimpi.


2. Ada unsur halusinasi

Hypnagogic adalah halusinasi atau mimpi yang terjadi saat tidur. Berbeda dengan Hypnopompic yang merupakan halusinasi saat seseorang sedang dalam proses bangun.

Ketika tidur, kamu akan mengalami pergantian REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (Non Rapid Eye Movement). Satu siklus tidur REM dan NREM berlangsung sekitar 90 menit. Selama tidur, tubuh menjadi rileks, sehingga saat NREM bergeser ke REM, mimpi terjadi dalam kondisi tubuh kamu tetap rileks. Otot akan 'dimatikan' selama proses REM. Jika kamu bangun atau sadar sebelum siklus REM selesai, pastinya kamu akan mengalami kelumpuhan yang membuat kamu sulit bergerak dan berbicara.

3. Disebabkan oleh berbagai faktor

Sleep paralysis juga disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya, kurang tidur, jadwal tidur yang berubah, stress, gangguan bipolar, kram kaki di malam hari, penggunaan obat-obatan tertentu, dan penyalahgunaan obat.

Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.