3 Fakta Konglomerat China Jual Hotel di AS Demi Bayar Utang

Business woman holding stack of 100 yuan banknotes money. Chinese yuan currency


Pebisnis sukses yang masuk daftar orang terkaya di China dengan kekayaan US$ 14,5 miliar atau sekitar Rp 210,4 triliun (kurs Rp 14.700), Wang Jianlin, harus merelakan aset miliknya di Amerika Serikat (AS) untuk membayar utang. Ia menjual 90% sahamnya di sebuah gedung pencakar langit bernama Vista Tower, di Kota Chicago, Negara Bagian Illinois, AS kepada perusahaan real estate Magellan Parcel.

Sahamnya itu tercatat sebagai portofolio di perusahaan miliknya Wanda Hotel Development Co., yang merupakan anak usaha dari grup besar milik Wang yakni Dalian Wanda Group.

Berikut 3 fakta mengenai Wang yang menjual hotelnya demi menutupi utang perusahaan:



1. Saham Hotel yang Dijual Senilai Rp 3,97 T

Saham yang dijual Wang senilai US$ 270 juta atau sekitar Rp 3,97 triliun. Magellan Parcel sendiri sudah mengantongi 10% saham Vista Tower yang akan dikembangkan sebagai proyek residence hotel dengan 101 lantai. Sehingga, Magellan Parcel akan memiliki keseluruhan saham di gedung pencakar langit tersebut.

2. Dana Hasil Jual Hotel Dipakai Buat Keberlangsungan Perusahaan

Dana yang diperoleh dari menjual saham hotelnya tersebut akan dialihkan untuk proyek pengembangan, biaya operasional hotel dan manajemen di Wanda Hotel Development Co, dan juga anak usaha lain yang dimiliki oleh Dalian Wanda Group.

"Karena proyek di Chicago masih dalam proses pembangunan, penjualan saham ini akan membantu utang di grup (Dalian Wanda Group induk usaha dari Wanda Hotel Development Co) untuk saat ini, dan di masa depan," tulis keterangan resmi perusahaan seperti yang dilansir dari Forbes, Senin (3/8/2020).

3. Perusahaan Wang 'Babak Belur' Gara-gara COVID-19

Grup besar milik Wang, Dalian Wanda Group tak hanya fokus di bisnis properti, tapi juga fokus di industri hiburan. Perusahaan milik Wang itu masih memiliki studio film di AS yang bernama Legendary Entertainment. Ia juga merupakan pemilik rantai bioskop terbesar di China.

Sayangnya, Dalian Wanda Group mengalami pukulan besar akibat pandemi COVID-19 yang berdampak langsung pada lini bisnisnya, terutama ketika pemerintah China memerintahkan seluruh bioskop ditutup selama pandemi COVID-19.

"Jelas COVID-19 ini memiliki dampak besar pada sektor perhotelan, ritel, dan hiburan. Jika aset-aset dapat dijual, dan perusahaan bisa menghasilkan laba bersih di tahun ini, maka kondisinya akan lebih baik," kata seorang analis dari Savills Research James Macdonald.




Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.