4 Faktor Risiko Bisa Buat Wanita Mandul

  

KEHAMILAN bagi sebagian besar pasangan suami-istri merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Namun ada beragam faktor risiko yang membuat wanita mandul karena masalah organ reproduksi.

Banyak tanda dan gejala yang menjadi faktor risiko bahwa wanita mandul. Tak hanya masalah menstruasi, ada beragam masalah lain yang dialami, tetapi sayangnya cenderung diabaikan.

Padahal jika menyadari ada faktor risiko mandul, sebagian besar gejala ini dapat diobati. Nah, berikut emoat faktor risiko wanita mandul yang harus Anda ketahui, dilansir Okezone dari Thehealthsite.

1. Menstruasi tidak teratur

Memiliki riwayat menstruasi yang tidak teratur adalah o alah satu indikator utama bahwa Anda mungkin berjuang dengan infertilitas. Ini karena menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang dapat memengaruhi kesuburan.

Penyebab umum menstruasi tidak teratur adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang merupakan penyebab umum infertilitas. PCOS merupakan kelainan endokrin yang paling sering terjadi pada wanita usia subur. Oleh karena itu, penting untuk melacak menstruasi Anda dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketidakteraturan tersebut.

2. Tidak haid

Indikator utama infertilitas lainnya adalah amenore, yaitu tidak adanya menstruasi sama sekali. Jika Anda pernah mengalami tiga bulan lebih tidak haid, Anda mungkin menderita amenore. Ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk stres, berat badan rendah, olahraga berlebihan, minum obat tertentu, jaringan parut rahim, dan kekurangan organ reproduksi tertentu. Selain tidak itu itu dapat mengindikasikan menopause. Sekira 1 persen wanita diketahui mengalami menopause sebelum usia 40 tahun.

3. Menstruasi yang menyakitkan

Banyak wanita mengalami kram ringan pada tingkat tertentu saat menstruasi. Tetapi jika tidak kunjung membaik setelah minum ibuprofen, lebih baik konsultasikan ke dokter. Periode yang menyakitkan sering kali disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan kemandulan.

Penyakit radang panggul (PID), yang sering dikaitkan dengan PMS, merupakan salah satu penyebabnya. Jika tidak ditangani, PID dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut di dalam dan sekitar saluran tuba, yang dapat menyebabkan kemandulan.

Menstruasi yang menyakitkan juga bisa menjadi tanda endometriosis, suatu kondisi di mana lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, endometriosis memengaruhi sekira 6 persen hingga 10 persen wanita. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kemandulan dalam beberapa cara, seperti pembentukan kista di ovarium dan jaringan parut pada saluran tuba.

Meskipun endometriosis dapat diangkat melalui pembedahan, kesuburan mungkin tidak sepenuhnya normal setelahnya. Dalam kasus seperti itu, fertilisasi in vitro (IVF) umumnya dianggap sebagai pengobatan yang paling efektif.

4. Sedang menjalani pengobatan kanker

Memiliki kanker dan menjalani perawatan kanker juga dapat memengaruhi kesuburan Anda. Kemoterapi atau radiasi panggul dapat menyebabkan hilangnya sel telur dengan cepat. Beberapa wanita mungkin mengalami menopause lebih awal setelah menjalani perawatan kanker.

Para ahli merekomendasikan untuk berbicara dengan spesialis kesuburan sebelum perawatan kanker untuk pemeliharaan kesuburan. Pematangan vitro, transposisi ovarium, dan kriopreservasi jaringan ovarium adalah beberapa opsi pelestarian kesuburan.

 

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.