5 Resolusi Wisata 2020, Mengurangi Sampah Plastik di NTT


Seperti sebuah tradisi, orang-orang sibuk dengan resolusi-resolusi yang akan dicapai tahun ini. Untuk pariwisata, resolusinya mengurangi sampah plastik di Nusa Tenggara Timur.

Resolusi yang sering dibuat, memang tak sepenuhnya baru. Ada juga yang membuat rencana-rencana yang merupakan resolusi lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum sempat diraih.

Resolusi yang dibuat seringkali adalah rencana-rencana pada ranah pribadi. Untuk itu, saya ingin menawarkan resolusi-resolusi kecil pada ranah pribadi tapi berdampak besar bagi kehidupan bersama.

Resolusi-resolusi ini bukanlah hal baru, melainkan resolusi-resolusi lama yang harus disadari dan dilakukan secara bersama-sama saat berkunjung ke setiap tempat wisata.

Resolusi ini-pun bukanlah resolusi yang terlalu muluk-muluk. Cukup disadari, dan berlatih untuk melakukannya secara terus-menerus.

Untuk itu, ini 5 ide resolusi sederhana yang bisa dijadikan sebagai solusi bersama saat berkunjung ke tempat wisata:

1. Berlatih Membuang sampah pada tempatnya

Saat berkunjung ke berbagai destinasi wisata alam, tak jarang kita melihat begitu banyak sampah-sampah berserakan. Sampah-sampah ini adalah sampah bawaan dari pengunjung dan perilaku pengunjung yang belum menyadari tentang pentingnya menjaga kebersihan di setiap destinasi wisata.

Di berbagai destinasi wisata alam, memang sudah ada himbauan atau larangan yang sering dituliskan di sebuah papan. hanya saja, kebiasaan membuang sampah sembarangan ini masih saja terus berlanjut.

Nah, saya punya saran sederhana buat kawan-kawan agar bisa membuang sampah pada tempat sampah. caranya adalah dengan berlatih saat selesai merokok, atau mengonsumsi sesuatu. cobalah membiasakan diri untuk mencari tempat sampah di sekitar tempat itu, lalu membuangnya.

Memang cara ini terdengar konyol dan sederhana, karena semua orang juga sudah tahu soal ini. Tapi ini adalah cara kedua untuk melatih fisik kita agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya. cara pertama adalah mengetahui (ranah kognitif) tentang pentingnya menjaga kebersihan, maka cara kedua adalah melatih fisik (psikomotorik) untuk bisa terbiasa.

Cara ini tidak bisa dilakukan satu atau dua kali saja. Perlu membiasakan diri untuk melakukannya secara terus menerus hingga menjadi suatu kebiasaan.

2. Membiasakan memungut sampah di pantai

Belakangan ini pantai-pantai kita pun banyak sekali terdapat sampah. untuk itu perlu kesadaran dan gerakan bersama untuk menjaga keindahan pantai dengan membiasakan memungut sampah yang kita temui di sekitar tepi pantai. Cara ini bisa dilakukan seorang diri, juga bisa dilakukan bersama teman-teman dan atau komunitas-komunitas pencinta alam.

3. Membeli jajan di sekitar tempat wisata

Banyak sekali destinasi wisata alam yang begitu indah dan ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan. Sayangnya, destinasi alam itu belum ditata atau dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Maka tak jarang, para pengunjung hanya mengambil gambar, istirahat sejenak setelah itu pulang, tanpa ada dampak positif bagi masyarakat di sekitar tempat wisata tersebut. Untuk itu, pentingnya membeli jajan, rokok dan keperluan lainnya di kios-kios kecil yang berada di sekitar desa atau objek wisata tersebut. Hanya dengan begitu, kunjungan kita bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

4. Membawa botol minum sendiri

Cara selanjutnya untuk mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan di setiap tempat wisata, maka perlu memiliki botol minuman sendiri yang bisa digunakan untuk isi ulang. Ini adalah salah satu cara alternatif untuk menghindari penggunaan air kemasan secara berlebihan.

5. Menulis hasil kunjungan dan kirimkan ke detikTravel

Tentunya saat mengunjungi setiap destinasi wisata, kita perlu menuliskan pengalaman saat berada disana. untuk itu, dengan menuliskan pengalaman saat berkunjung ke berbagai tempat wisata, kita sudah ikut membantu mempromosikan tempat wisata tersebut. terutama destinasi wisata desa yang belakangan ini semakin gencar.

Sumber :     detik

No comments

Powered by Blogger.