6 Tips Mendaki Gunung bagi Pemula, Belajar Olah Makanan

Tampak suasana ramai di kawah Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Jawa Timur.

Mendaki gunung merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi orang yang sudah berulang kali melakukannya. Namun, bagi orang yang baru pertam kali mendaki--kegiatan ini begitu penuh tantangan. Untuk menjadikan kegiatan mendaki gunung sebagai suatu yang menyenangkan, pendaki pemula harus mengetahui apa saja yang diperlukan sebelum terjun ke lapangan. Pendaki senior sekaligus EIGER Adventure Service Team (EAST) Manager, Galih Donikara, mengatakan, hal pertama yang perlu dilakukan pendaki pemula yaitu wajib meyakini dirinya sendiri apakah siap untuk mendaki gunung. "Sudah siapkah kita menjadi pendaki gunung. Kalau sudah siap maka persiapkan empat kemampuan tadi yaitu kemampuan teknis, fisik, kemanusiaan, dan pemahaman lingkungan," kata Galih dalam Live Instagram Kompas Travel bertema "Tips Aman Naik Gunung Era New Normal", Senin (10/8/2020). Selain itu, ia memberikan tips-tips bagi pendaki pemula yang hendak berkegiatan alam, dengan mendaki gunung.




Ia mengatakan, seorang pendaki gunung pemula harus mengenali kemampuan dirinya sendiri. Empat kemampuan mulai dari teknis, fisik, kemanusiaan, dan pemahaman lingkungan harus dimiliki seorang pendaki, baik pemula maupun profesional. Jika seorang pendaki gunung pemula belum mengenali kemampuannya, maka bisa dilakukan dengan cara berlatih kemampuan itu. "Kalau kita kurang pengetahuan ya belajar, kalau kita kurang fisik ya berlatih, kalau kita kurang perbekalan ya simulasi," ujarnya.

Eksotika Ranu Kumbolo yang dipenuhi kemah para pendaki Gunung Semeru, Sabtu (7/4/2018).

Galih mengingatkan kepada para pendaki pemula agar jangan pernah mendaki gunung sendirian. Pendaki pemula bisa bergabung ke komunitas atau ditemani oleh orang yang sudah berpengalaman.

"Gabung dengan komunitas yang biasa menyelenggarakan perjalanan. Cari komunitas yang bisa mengajarkan kita bagaimana cara mendaki gunung," tuturnya. Mendaki gunung seorang diri baik pemula maupun profesional akan sangat berisiko apabila tidak mengetahui kemampuan pendakian gunung dan belum cukup informasi.


Ia juga menerangkan, jika diperlukan, pendaki pemula bisa menghubungi pemandu gunung. Pendaki pemula bisa menggunakan jasa pemandu gunung untuk menemani pendakian pertamanya. "Ada asosiasinya, coba hubungi mereka. Awal-awalnya bisa dengan mereka, atau cari teman senior yang berpengalaman. Sehingga dalam pendakian pertama itu menjadi pengalaman yang berharga," ujarnya.

Para pemandu gunung resmi atau tergabung dalam Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI)sudah pasti bersertifikasi dan mengetahui informasi lengkap seputar kegiatan pendakian gunung. Jadi, kamu tak perlu khawatir menggunakan jasa mereka meski kamu baru pertama kali naik gunung.   


Selama masa pandemi yang belum berakhir, Galih menuturkan, para pendaki pemula bisa menabung untuk membeli perlengkapan pendakian yang belum lengkap. "Kan pandemi ini uang gak keluar banyak. Menabung dengan beli perlengkapan sesuai dengan kebutuhan kita. Bukan keinginan, tapi kebutuhan. Misalnya, sepatu yang sesuai dengan karakteristik gunung kita," katanya. 

Selain itu, perlengkapan seperti ransel carrier sesuai dengan kemampuan daya angkut tubuh seseorang. Kemudian, pendaki pemula juga bisa mencari sleeping bag yang mudah dikemas, jaket yang ringan dan menghangatkan, matras hingga cooking set yang praktis. 


Tips berikutnya, tak hanya para pendaki pemula, semua pendaki juga wajib mengurangi atau tidak membawa perlengkapan yang bisa menjadi sampah. Ia mencontohkan, pendaki tak perlu lagi membawa mi instan beserta bungkusnya. Ia lebih menyarankan agar para pendaki membawa mi instan bentuk fisik saja, tidak dengan bungkusnya. "Buka bungkus plastiknya, dan bumbunya dari rumah. Jadi pas mau naik gunung itu pakai tempat lain yang sudah dalam kotak makan. Pokoknya kotak makan itu yang bisa dibawa turun lagi. Begitu juga dengan kopi instan dan bungkusnya, jangan dibawa bungkusnya, bubuk kopinya saja taruh di botol minum kita," jelasnya.


Kegiatan pendakian gunung juga memerlukan kemampuan tambahan yaitu memasak atau mengolah makanan. Pendaki pemula disarankan memiliki kemampuan dasar tersebut agar tak kesulitan makan di atas gunung. Bahan-bahan logistik tersebut dapat dibeli pada masyarakat sekitar kaki gunung. "Jadi kalau kita mau naik gunung dari sekarang. Pengetahuan mengatur menu, mengolah menu, memasak aneka makanan itu harus jadi kemampuan dasar kita, agar kita tidak bergantung pada daging dalam kaleng, ikan dalam kaleng. Beli bahan makanan organik yang menyehatkan," pungkasnya.








Sumber : kompas

No comments

Powered by Blogger.