BAHAYA, Musim Kemarau Tiba, Warga Bakar Padang dan Bukit di Soa, Patrisius: Ini Sudah Jadi Budaya

tribunnews



Masuk musim kemarau panjang kawasan padang savana dan bukit di Desa Mengeruda, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada mulai dibakar oknum yang tak bertanggungjawab.

Padang savana dan sejumlah perbukitan sebelum masuk pos penjagaan Denabiko Desa Mengeruda sudah ludes terbakar.


Kesadaraan warga akan pentingnya menjaga kelestarian hutan rupanya belum ada pasalnya padang-padang yang menjadi lokasi hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kuda untuk mencari rumput sudah tidak ada.

Warga Soa, Patrisius, kepada Pos Kupang, Jumat (14/8), mengaku oknum yang tak bertanggung jawab sudah sering melakukan tindakan seperti membakar sembarang padang savana dan perbukitan di kawasan itu.


Selain itu, kata Patris, di Soa budaya membakar lahan kosong sudah menjadi kebiasaan masyarakat.

"Ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat disini juga, karena dalam benak masyarakat itu bahwa setelah dibakar akan tumbuh rumput baru padahal musim hujan masih lama," katanya.


Ia menerangkan setiap memasuki musim kemerau pasti dikawasan perbukitan dan padang savana wilayah perbatasan Ngada dan Nagekeo sudah sering terbakar.




"Ada yang sengaja adapula yang tidak sengaja dengan membuang puntung rokok sembarang," ujarnya.

Patrisius berharap masyarakat tidak boleh melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu karena dapat merusak lingkungan. Sangat bahaya jika tidak dekat dengan kali dan mesti ada pengawasan dari pihak terkait.


Warga lainnya, Johanes, mengatakan kawasan sebelum posko jaga Denabiko Desa Mengeruda menjadi langganan api setiap masuk musim kemerau.


Johanes menceritakan bahwa minggu lalu, api begitu cepat menyambar padang savana yang ditumbuhi ilalang kering.

Dirinya sempat kewalahan saat melintas karena kobaran api menjalar sampai dijalan menuju Boawae.

"Saya sempat kewalahan sekali. Karena api dipinggir jalan dan asap mengepul dibawa angin kencang. Saya sempat berhenti lama, itu karena dibakar oknum yang tak dikenal," ujar dia penuh kesal.






Sumber : pos kupang

No comments

Powered by Blogger.