Berita Baik, Afrika Akan Dinyatakan Bebas Polio Liar




    Komisi Sertifikasi regional Afrika akan menyatakan wilayah Afrika bebas polio liar, yang berarti kini penyakit itu tidak lagi ditemukan di Benua Hitam.




Polio biasanya menyerang anak-anak balita, terkadang menyebabkan kelumpuhan yang tidak dapat disembuhkan. Kematian bisa terjadi saat otot pernapasan terpengaruh oleh kelumpuhan akibat penyakit itu.

Hingga saat ini tidak ada obat untuk penyakit ini, tetapi vaksin polio dapat melindungi anak-anak seumur hidup.Dengan Afrika dinyatakan bebas polio, penyakit itu kini hanya ditemukan di Afghanistan dan Pakistan.

Nigeria adalah negara Afrika terakhir yang dinyatakan bebas dari polio liar, setelah menyumbang lebih dari setengah kasus global kurang dari satu dekade lalu. Di luar Nigeria, tempat terakhir yang mencatat kasus polio di Afrika adalah wilayah Puntland Somalia pada 2014.

Polio adalah virus yang menyebar dari orang ke orang, biasanya melalui air yang tercemar. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan menyerang sistem saraf.

Tanpa adanya obat, vaksin yang dikembangkan oleh Dr Jonas Salk pada 1952 memberikan harapan anak-anak dapat terhindar dari penyakit tersebut. Pada 1961, Albert Sabin memelopori vaksin polio oral yang telah digunakan di sebagian besar program imunisasi nasional di seluruh dunia.

Dua dari tiga jenis virus polio liar telah diberantas di seluruh dunia. Pada Selasa (25/8/2020), Afrika akan dinyatakan bebas dari jenis virus polio liar yang tersisa.

Lebih dari 95% populasi Afrika sekarang telah diimunisasi. Ini adalah salah satu syarat yang ditetapkan oleh Komisi Sertifikasi Regional Afrika sebelum menyatakan benua itu bebas dari polio liar.

Sekarang hanya virus polio yang diturunkan dari vaksin yang tersisa di Afrika.

Ini adalah bentuk virus langka yang bermutasi dari vaksin polio oral dan kemudian dapat menyebar ke komunitas yang kurang diimunisasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi sejumlah kasus ini di Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah dan Angola.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.