Cara Christian Sugiono Lindungi Kesehatan Keluarga di Tengah Pandemi Corona

 

Pandemi Covid-19 telah memengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali para pekerja seni di industri hiburan Tanah Air.

Christian Sugiono misalnya, ia dan sang istri-Titi Kamal yang sama-sama bergelut di dunia seni hiburan ini mengaku sangat berhati-hati untuk beraktivitas di tengah aturan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini.

"Kami mulai beraktivitas di luar rumah untuk keperluan pekerjaan, saya berharap bisa beraktivitas dengan tenang dan tidak menjadi risiko ketika pulang kembali ke rumah bertemu keluarga," kata lelaki yang akrab disapa Tian tersebut.

Baik Tian maupun Titi mengatakan bahwa risiko masalah kesehatan seperti infeksi Covid-19, bisa menjadi masalah bukan hanya untuk tubuh tetapi juga keuangan keluarga. Apalagi tambah Titi, biaya kesehatan sering menjadi tantangan tersendiri yang jumlahnya bisa tidak terduga dan juga tidak sedikit.

"Penting untuk menyiapkan proteksi dan perencanaan keuangan selain tentu saja menjaga kesehatan fisik serta mental," tambah Titi dalam siaran tertulis yang diterima Suara.com dari Premier Hospital & Surgical Extra, Kamis (13/8/2020).

Untuk itu, baik Tian dan Titi sepakat untuk ikut serta dan memilih melakukan proteksi kesehatan melalui produk asuransi yang ditawarkan, guna mencegah kelimpungan ekonomi kala sakit menyerang.

Biaya Kesehatan Belum Jadi Perhatian Masyarakat Indonesia

Melalui survey yang dilakukan Healthcare Medical Insurance Research – Kantar X AIA pada Desember 2019 hingga 20 Januari 2020, disebutkan bahwa sebanyak 6 dari 10 orang Indonesia khawatir tidak mampu membayar tagihan rumah sakit jika mereka tertimpa penyakit serius.

Lewat survei yang sama diketahui bahwa sebanyak 7 dari 10 orang memilih rumah sakit swasta karena memiliki fasilitas yang lebih nyaman yang tentunya biayanya tidak sedikit.

Di sisi lain, menurut survey BPS tahun 2016 menunjukkan bahwa persiapan biaya kesehatan belum menjadi prioritas utama pengeluaran per bulan masyarakat Indonesia.

Porsi biaya kesehatan hanya mencapai 2,40 persen dari penghasilan. Idealnya, porsi biaya kesehatan yang perlu disiapkan adalah minimal 10 persen dari penghasilan. Dan di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, biaya kesehatan bisa melonjak tinggi seiring semakin tingginya risiko sakit.

Pakar Kesehatan Masyarakat, Dr. Hermawan Saputra menjelaskan saat ini hampir seluruh sektor kehidupan telah dibuka. Ini, pada akhirnya, membuat tren penyebaran virus corona Covid-19 masih terus meningkat di Indonesia dan bahkan telah menembus  angka lebih dari 100 ribu kasus positif.

"Pelan tapi pasti kasus positif akan beranjak naik terus. Kita juga melihat saat ini banyak gedung perkantoran menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat diharuskan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah serta memiliki persiapan yang baik untuk diri sendiri juga keluarga," kata Hermawan.

 

Sumber : suara

No comments

Powered by Blogger.