Cerita Dhea Lukita, Anak TKI Asal Tulungagung yang 2 Kali Terpilih Jadi Paskibraka di Istana Merdeka



    Dhea Lukita Andriana kembali terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2020.

Siswi SMA Negeri 1 Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur itu bertugas sebagai pengibar bendera pusaka di Istana Negara pada HUT Kemerdekaan RI ke-75 pada 17 Agustus 2020.

Dhea Lukita Andriana merupakan satu-satunya yang mewakili Jawa Timur.

Perempuan kelahiran 2002 merupakan anggota Paskibraka tahun 2019.

Tahun lalu Dhea masuk dalam paskibraka yang bertugas sore hari, saat penurunan bendera.

Penetapan Dhea kembali manjadi anggota paskibraka tahun ini, merupakan penunjukan langsung dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Saya dapat surat dari Kemenpora, kemudian dapat telepon dari Dispora Jawa Timur," katanya dikutip dari TribunMadura.com.

Rasa bangga tak hanya dirasakan Dhea, tapi juga dirasakan kakek Dhea bernama Rameli.

“Tiba-tiba kok ada surat dari Jakarta, saya terkejut ada apa ini. Setelah dijelaskan oleh cucu saya Dhea, saya akhirnya senang juga,” ujar Rameli.

Rameli pun berharap, prestasi cucunya ini bisa jadi jalan pembuka kesuksesan kelak.

Anak TKI

Dhea Lukita Andriana sudah ditinggal orangtua ke luar negeri sejak usia dua tahun.

Dhea ternyata sejak kecil sudah tinggal bersama kakeknya.

Kedua orangtua Dhea sudah merantau sebagai buruh migran sejak ia masih berusia dua tahun.

Nursiyah, ibunya bekerja di Taiwan, sedangkan Salim Rajiun, ayahnya bekerja di Malaysia.

Dalam kesempatan sebelumnya, sang ibu mengatakan selalu berdoa agar anaknya jadi orang yang berguna bagi bangsa.

Ternyata doa sang ibu mulai terkabul pada 2019, saat pertama kali Dhea terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional.

Sumber :Tribun

No comments

Powered by Blogger.