Gunung Bromo Dibuka, Wisatawan Wajib Patuhi 9 Protokol Kesehatan Ini

Kawasan wisata Gunung Bromo siap dibuka kembali pada Jumat, 28 Agustus 2020 mendatang. Mengutip surat edaran yang dibagikan oleh akun Instagram resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Selasa (25/8/2020), disebutkan bahwa keempat kepala daerah itu telah sepakat untuk mereaktivasi kegiatan alam di TNBTS.

Keputusan untuk membuka Gunung Bromo ini telah disetujui oleh empat kepala daerah yang terdiri dari Kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo), berdasarkan hasil Rapat Koordinasi tanggal 1 Juli 2020 dan 16 Juli 2020.

"Menindaklanjuti Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bupati Probolinggo, Bupati Pasuruan, Bupati Malang, dan Bupati Lumajang dengan ini diumumkan bahwa Reaktivasi Wisata Alam Secara Bertahap di TNBTS / Kunjungan Wisata Alam Gunung Bromo DSK dibuka kembali pada hari Jumat tanggal 28 Agustus 2020 pukul 13.00 WIB dengan persyaratan; menerapkan SOP kunjungan wisata alam secara bertahap di TNBTS menuju masa adaptasi kebiasaan baru, pembelian karcis masuk melalui booking online pada situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org,” tulis pernyataan tersebut.

Selain itu, terdapat 9 protokol kesehatan yang wajib dipatuhi pihak pengelola maupun wisatawan yakni;

1. Pembelian karcis masuk melalui booking online pada situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Tidak ada pembelian langsung.

2. Harus dalam kondisi sehat dengan menggunakan surat keterangan sehat bebas ISPA dari dokter;

3. Wajib dicek suhu tubuh. Jika suhu 37.30 derajat celcius (2x pemeriksaan dengan jarak 5 menit) tidak diperkenankan masuk kawasan;4. Membawa hand sanitizer atau sabun cair untuk membersihkan tangan;

5. Menjaga jarak dengan pengunjung lain, tidak berkerumun dan selalu menjaga ketertiban;

6. Usia yang diperkenankan untuk memasuki kawasan TNBTS adalah di atas 14 tahun dan dibawah 60 tahun.

7. Wajib menggunakan masker dan sarung tangan selama berada di dalam kawasan;

8. Menggunakan peralatan pribadi untuk berbagai keperluan seperti peralatan makan, minum, ibadah, dll;

9. Menjaga etika batuk dan bersin dengan menutup dengan tisu, masker atau dengan siku serta tidak meludah sembarangan.

Terkait pembatasan jumlah pengunjung, TNBTS juga telah membagi kuota wisatawan di setiap spot di Gunung Brumo. Untuk site Bukit Cinta hanya dapat dikunjungi 28 orang/hari, site Pananjakan 178 orang/hari, Bukit Kedaluh 86 orang/hari, Savana Teletubies 347 orang/hari, Mentigen 100 orang/hari.

Wisatawan juga dilarang mendekati kawah Bromo dengan batas radius aman 1 km dari kawah Bromo, dan senantiasa menjaga kebersihan fasilitas publik. Apabila melanggar SOP yang telah ditetapkan, pengunjung bersedia menerima sanksi mulai dari pembinaan sampai dengan blacklist untuk memasuki kawasan.



 

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.