Kasus Virus Corona Melonjak, Inggris Tunda Melonggarkan Lockdown

 

     Pelonggaran lockdown tahap selanjutnya di Inggris --yang dijadwalkan akhir pekan ini-- telah ditunda setidaknya selama dua minggu, setelah terjadi peningkatan kasus virus corona dalam beberapa waktu terakhir.



Sejumlah fasilitas dan kegiatan yang direncanakan untuk dibuka --seperti kasino, arena bowling, resepsi pernikahan, dan salon-- akan tetap tutup.

Beberapa protokol kesehatan, seperti penggunaan masker wajah di dalam ruangan, akan ditegaskan menjadi hukum mulai 8 Agustus, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pada Jumat 31 Juli 2020, dikutip dari BBC (1/8/2020).

Perkembangan kasus-kasus virus corona terbaru telah membuat pemerintah Inggris berkontemplasi mengenai pemberlakuan pelonggaran lockdown dan apakah mereka akan bisa melakukannya dalam waktu mendatang.

Kepala petugas medis Inggris, Prof Chris Whitty, memperingatkan Inggris mungkin telah mencapai batas pelonggaran pembatasan.

Tampil bersama dengan perdana menteri pada briefing khusus Downing Street, Prof Whitty mengatakan, "gagasan bahwa kita dapat membuka segalanya dan mengendalikan virus" adalah salah.

Ditanya apakah aman bagi sekolah-sekolah Inggris untuk sepenuhnya membuka kembali semua murid di musim gugur, ia mengatakan itu adalah "tindakan yang sulit" tetapi "kita mungkin telah mendekati batas dari apa yang dapat kita lakukan" dalam hal melonggarkan lockdown.

Pemikiran ulang tentang pelonggaran lockdown di Inggris terjadi setelah bagian utara negara itu mengalami lonjakan kasus --meski jumlah kematian harian dan mingguan secara nasional turun-- seperti di Greater Manchester, Lancashire Timur, dan Yorkshire Barat.

Hal itu dan ditambah kekhawatiran terhadap beberapa negara Eropa daratan yang masih kewalahan menghadapi virus corona "membuat Inggris harus siap untuk bereaksi," lanjut Johnson.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.