Kata Anies Kegiatan di Bioskop Unik, Aman dari Virus Corona?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahasa rencana pembukaan bioskop di Jakarta, Rabu (26/8/2020), di Graha BNPB. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpendapat kegiatan menonton  film di bioskop memiliki hakikat yang unik dan terbilang aman di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu diutarakan Anies saat mengumumkan niat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka kembali kegiatan bioskop di wilayah DKI Jakarta.

“Ada beberapa keunikan di dalam kegiatan bioskop ini, para penonton tidak saling berbicara justru semua diam, kalaupun ada percakapan itu mereka saling kenal jadi posisinya pun satu arah, semua berbicara pada arah yang sama ada beberapa nature yang agak unik,” kata Anies di BNPB pada Rabu (26/8/2020).



Anies menambahkan pengaturan tempat duduk di bioskop mirip situasinya dengan pengaturan tempat duduk di dalam pesawat terbang. Dengan demikian, para pengelola bisa mengendalikan tempat duduk penonton untuk bisa sesuai dengan standar protokol kesehatan.

“Kesimpulannya dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop di Jakarta akan kembali dibuka dan protokol kesehatan akan ditegakkan lewat regulasi yang detail,” kata dia.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat persentase kasus terkonfirmasi positif atau positivity rate Covid-19 di DKI Jakarta mencapai angka 10 persen selama sepekan terakhir.

Adapun, jumlah orang yang telah dites PCR selama sepekan terakhir sebanyak 41.539 orang, sedangkan jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sampai saat ini berjumlah 7.816 orang. Mereka tengah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan.

"Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 34.931 kasus. Dari jumlah tersebut, 25.986 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,4 persen dan 1.129 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,2 persen,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia.

"Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,2 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen,” ujarnya.









Sumber : bisnis

No comments

Powered by Blogger.