Misteri Suara Gamelan-Sinden dari Lokasi Jembatan Putus di Sukabumi

 

Sukabumi -Jembatan gantung Cibereum yang melintasi Sungai Cicatih merupakan batas dua desa dari dua kecamatan. Kecamatan Warungkiara dan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat. Ada kisah horor dibalik putusnya jembatan tersebut.

Malam saat kejadian situasi di sekitar jembatan itu nyaris tanpa penerangan, hanya nyala lampu telepon seluler dari belasan remaja yang berniat untuk menyebrangi jembatan itu setelah melihat pengajian di desa sebelah.

Suasana sunyi menyergap, bunyi berderak dari rimbunan bambu di sekitar lokasi menemani kesunyian di sekitar lokasi. Menutup rasa takut, para remaja itu bercanda ria sambil perlahan satu persatu dari mereka melintasi jembatan bersamaan. Waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB, Senin (24/8).

"Dini hari itu ada 17 remaja yang melintas, 11 diantaranya jatuh ke bawah. Ada yang ke air sungai ada juga yang jatuh mungkin kena batu di bawah, saya menduga saat melintas namanya juga anak seumuran begitu pasti sambil bercanda-canda. Sementara kondisi jembatan memang sudah rapuh," kata Kades Kertamukti Dede Kusnadi.

Diceritakan Dede, lokasi tempat jembatan gantung itu berdiri memang dikenal angker. Dibangun secara swadaya pada tahun 1991 ada lelaku atau ritual khusus untuk memuluskan pembangunan.

"Lokasi ini dikenal warga dengan nama Leuwi Jubleg, sebelum 1991 warga melintas sungai melalui tumpukan batu yang disusun hingga ke ujung sungai. Kesaksian sejumlah warga sering ada suara gamelan degung dan sinden terdengar mengalun di tempat ini," cerita Dede.

Dulu sebut Dede, ada warganya bernama Bah Aan yang mengurus jembatan tersebut. Suara gamelan lengkap dengan sinden sering mengalun terdengar.

"Ada Bah Aan, dia kan sering berburu ikan pakai lamit (semacam jaring). Dia pernah melihat sosok tinggi besar hitam di batu dekat jembatan, selama tidak mengganggu dia juga tidak akan mengganggu," lirih Dede.

Meskipun tidak merasakan atau mendengar langsung, Aldi salah seorang remaja yang ikut terjun mengaku diceritakan warga malam saat jembatan itu putus terdengar suara siulan atau suitan dan tepuk tangan yang entah dari mana asalnya.

"Kan begitu kami selamat, langsung ke perkampungan. Warga ada yang mendengar suara siulan dan emprak (tepuk tangan) saat kejadian jembatan itu putus," tutur Aldi.

Meaki begitu Aldi tidak mengakui ia dan teman-temannya membuat gaduh atau bercanda saat melintas. "Enggak ada yang bercanda, yang punya HP menerangi jalan jembatan. Karena sebelum melintas memang warga mengingatkan agar tidak berisik ketika melintas," sambungnya.




Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.