Pandemi Covid-19, Muslim Amerika Tidak Sulit Dapat Hewan Kurban



    Umat Islam di seluruh negara merayakan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 Hijriah pada 31 Juli 2020. Amalan penyembelihan hewan kurban pun telah dilakukan, namun ada juga yang masih berlangsung hingga hari tasyrik.



Penyembelihan hewan kurban salah satunya dilakukan seorang Muslim Amerika Serikat, Eiad Sayyad. Ia berkurban dengan niat membagikan dagingnya untuk orang-orang yang membutuhkan.

"Kami ingin berbagi daging kurban dengan orang lain yang membutuhkannya. Berkurban tidak wajib hukumnya. Akan tetapi jika mampu, setiap keluarga, setiap Muslim, harus berkurban," ungkapnya, seperti dikutip dari VOA, Senin (3/8/2020).

Sayyad sempat khawatir kesulitan membeli hewan kurban, mengingat Amerika Serikat saat ini dirundung pandemi virus corona (covid-19). Namun, profesional dalam bidang informasi dan teknologi yang tinggal di Negara Bagian Maryland ini senang karena banyak peternak menawarkan hewan kurban.

Ia memilih domba, yang dijual dengan harga USD300 hingga 400 per ekor. Hewan kurban mudah didapat di Amerika. Selain domba, ada kambing, sapi, biri-biri, bahkan unta.Abdus-Sabur menyediakan hewan kurban di peternakannya, Homestead, Virginia. "Domba dan biri-biri kami tawarkan untuk hewan kurban. Ke depannya kami berencana menyediakan kambing dan kemungkinan sapi," ungkapnya.

Bersama istrinya, Qadir Abdus-Sabur telah 40 tahun membuka ladang dan peternakan. Dalam tiga tahun ini ia mengembangbiakkan biri-biri dan menyediakan tempat penyembelihan hewan kurban.

Ia mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban dimulai dengan pemesanan melalui telepon. Kemudian pembeli datang ke peternakan untuk memilih hewan kurban, membayar uang muka atau membayar penuh.

Pada Idul Adha, pembeli datang lagi untuk menyembelih kurban. Setelah dibersihkan, daging kurban akan dipotong-potong dan dibungkus untuk dibawa pulang. Pembeli tinggal mendistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Eiad Sayyad menyembelih sendiri hewan kurbannya di ladang milik keluarga. Sepertiga daging kurban itu ia nikmati bersama keluarga. Sisanya disedekahkan kepada warga yang tidak mampu.

Ayah dari lima anak ini menjelaskan, dalam memilih kurban harus memerhatikan umur dan kondisi hewan.

"Jadi empat bulan untuk seekor domba. Setidaknya berusia enam bulan untuk seekor biri-biri. Usia kambing harus minimal satu tahun. Usia sapi harus sedikitnya dua tahun, dan usia unta harus setidaknya lima tahun," paparnya.

Pakan yang alami menjadi perhatian Abdus-Sabur dalam menyiapkan hewan kurban. Tidak boleh ada campuran zat kimia, steroid, atau bahan aditif.

Promosi bisnis hewan kurban hanya mengandalkan informasi dari pembeli dan iklan pada brosur, surat kabar lokal, situs internet, dan sosial media. Seiring bertambahnya jumlah Muslim, penjualan hewan kurban semakin meningkat.

Abdus-Sabur mengungkapkan setiap tahun mengamati peningkatan besar dalam jumlah hewan yang dipesan. Penjualan tahun ini dua kali lipat dari sebelumnya-sebelumnya.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.