Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki

Retno menuturkan otoritas setempat saat ini mengidentifikasi pelaku adalah warga lokal, tapi identifikasi lebih lanjut masih dilakukan. Foto/Kemlu RI

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi angkat bicara mengenai kabar bahwa salah seorang pelaku bom bunuh diri di Jolo,

Filipina adalah seorang warga negara Indonesia (WNI). Retno menuturkan otoritas setempat saat ini mengidentifikasi pelaku adalah warga lokal, tapi identifikasi lebih lanjut masih dilakukan.

"Diperoleh informasi dari kepala Komando Mindanao Barat pelaku bom adalah dua orang wanita, masih sesuai informasi Komando Mindanao Barat pelaku pertama di identifikasi sebagai istri pemboman Jolo tahun 2019 lalu dan kedua adalah istri dari seorang anggota Abu Sayyaf, kedua pelaku diidentifikasi sebagai warga lokal," ucap Retno.

"Otoritas setempat masih terus melakukan investigasi dan identifikasi lebih lanjut, kami akan terus melakukan koordinasi dengan mereka," sambungnya, saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (27/8/2020).


Dikesempatan yang sama, Retno juga mengucapkan ucapan duka cita, belasungkawa dan simpati kepada keluarga korban, pemerintah dan rakyat Filipina. Sedikitnya 14 orang, termasuk tentara dan warga sipil, tewas dalam serangan di tersebut.

Serangan tersebut juga melukai 75 orang lainnya dalam serangan di salah satu provinsi paling selatan negara itu yang dikenal sebagai benteng pertahanan kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Retno mengatakan, sejauh ini berdasarkan informasi dari Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Manila atau Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Davao tidak WNI yang menjadi korban dalam serangan itu. 

"Berdasarkan informasi yang kami terima tidak ada WNI yang menjadi korban dalam kedua peristiwa ledakan tersebut, pemerintah Indonesia, termasuk melalui KBRI Manila dan KJRI Davao terus berkoordinasi dan memantau perkembangan peristiwa ini dengan seksama," ujarnya.


Sumber : sindo

No comments

Powered by Blogger.