Pemilik Label Fesyen Ternama Kanada Dituduh Sewa PSK untuk Perkosa 2 Anak Lelakinya



      Seorang ikon fesyen berkebangsaan Kanada, Peter Nygard, dituduh menyewa pekerja seks komersial (PSK) untuk memperkosa dua anak remaja lelakinya. Keduanya mendaftarkan gugatan hukum pada Minggu di Pengadilan Federal New York City.



Dilansir dari The Sun, Selasa (18/8/2020), itu bukan kasus hukum pertama yang membelit Nygard. Pria berambut pirang itu juga dituduh melakukan pelecehan seksual pada banyak perempuan dengan melibatkan mereka dalam skema perdagangan seks yang disinyalir berlangsung selama beberapa dekade.

Nygard dikenal sebagai pemimpin Nygard International, sebuah clothing brand asal Kanada yang berbasis di Manitoba. Kedua anak lelaki yang tak disebutkan namanya dalam dokumen hukum itu mengklaim bahwa mereka diperkosa oleh 'pacar' ayah mereka yang dideskripsikan sebagai pekerja seks.

Tuduhan mengejutkan yang didaftarkan di Manhattan itu menyebut dua pemerkosaan terjadi dalam rentang waktu 14 tahun. Perempuan dituduh memerkosa para remaja itu melakukannya di salah satu properti yang dimiliki Nygard.

Dalam insiden tersebut, Nygard diduga memerintahkan perempuan PSK itu untuk membuat salah seorang anak lelakinya jadi 'seorang lelaki dewasa'. Saat itu, usia anak tersebut masih 14 tahun.

"Masing-masing anak lelaki itu telah mengalami penghancuran secara langsung yang disebabkan bisnis perdagangan seks Peter Nygard, dan pengakuan mereka adalah untuk membela akuntabilitas dan keadilan," demikian pernyataan dalam dokumen tersebut.

"Lebih lanjut terkait perdagangan anak-anak lelakinya, Peter Nygard berbohong tentang adanya pelecehan seksual dan berusaha mengintimidasi anak-anaknya agar mereka tetap diam. Tapi, penggugat dalam kasus ini, menolak untuk diam," imbuh keterangan tersebut.

"Setelah penyelidikan dalam beberapa bulan terakhir, anak-anak lelaki Nygard menyadari kebohongan dan korupsi yang dilakukan Peter Nygard, termasuk perdagangan seks, intimidasi, dan penghancuran korban-korban tak bersalah yang tak terhitung jumlahnya," begitu pernyataan dalam dokumen yang dimaksud.

Kronologi Pelecehan

Dalam dokumen itu dinyatakan korban pertama, disebut John Doe 2, adalah anak lelaki tertua. Ia diperkosa pada 2004 di rumah ayahnya di Bahama saat berusia 15 tahun.

Sekitar satu dekade kemudian, Nygard dituduh memikat, membujuk, dan mengangkut anak lelaki lebih muda yang disebut sebagai John Doe 1. Si anak yang masih berusia 14 tahun saat itu dipindahkan dari California ke kediaman Nygard di Winnipeg, Kanada.

Dalam dokumen yang sama disebutkan perempuan PSK yang memerkosa remaja lelaki itu adalah sosok yang juga memerkosa kakaknya. Pemerkosaan pada remaja lelaki yang saat itu masih perjaka terjadi pada musim panas 2018.

"Aku harap pengalamanku akan membantu orang lain untuk berani bicara kebenaran tentang apa yang mereka alami," kata anak tertua pada CBC News.

"Aku harap baik tuntutan hukum ini atau tuntutan hukum lain akan ada kebenaran yang disajikan karena aku tidak merasa ada orang yang bisa lolos dengan jenis perilaku dan pelecehan ini," sambungnya.

DiCello Levitt Gutzler LLC, yang mewakili anak-anak lelaki Nygard, sebelumnya meluncurkan gugatan class action melawan ayah mereka pada awal tahun ini di New York.

Sebanyak 57 perempuan, dua di antaranya masih berusia 14 tahum, menuduh Nygard memancing mereka ke kediamannya di Bahama, tempat mereka diperkosa, diserang secara seksual, dan dipaksa melakukan tindakan pornografi.

Polisi menindaklanjuti gugatan tersebut dengan mendatangi kantor pusat Nygard di Manhattan, serta rumahnya di Los Angeles pada Februari 2020. Investigasi dilaksanakan selama lima bulan.

Nygard sendiri menolak dengan mengatakan, para perempuan yang menuduhnya adalah bagian dari plot berbahaya untuk mengancamnya.

"Klien saya terkejut dengan semua tuduhan itu, yang dikatakannya benar-benar keliru. Ia menolak semua tuduhan," kata pengacara Nygard, Jay Prober pada CBC.

Ia mengatakan, semua tuduhan itu tidak berdasar. Detail yang disampaikan sangat kurang. "Anda mungkin berkata mengapa itu terjadi. Dan jelas itu karena klien saya mengatakan hal tersebut tak pernah terjadi," sahutnya.

Sementara, pendamping korban, Greg Gutzler, mengapresiasi keberanian anak-anak Nygard untuk berbicara dan bergabung dengan para korban dan saksi yang berasal dari AS, Kanada, Inggris Raya, dan Bahama.

Dalam tuntutan sipil itu disebutkan perilaku Nygard sudah jadi rahasia umum bagi orang-orang dalam perusahaannya.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.