Respons Budaya Ngopi, OYO Indonesia Luncurkan Gerai Kopi Cinta, Investasi Awal Rp 3 Juta untuk Mitra

tribunnews

Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia dikenal menyukai minuman kopi. Namun, beda dulu beda sekarang.

Pada zaman dahulu yang mengonsumsi kopi hanyalah orang tua, berbeda dengan saat ini minum kopi justru menjadi sebuah tren di kalangan anak muda Indonesia. Pecinta kopi pun kian bertumbuh saat ini, hari demi hari.


Merespon perkembangan budaya ngopi, OYO Hotels and Homes meluncurkan brand kopi independen bernama ‘Kopi Cinta’.

Sebagai lini bisnis terbaru OYO di luar akomodasi, Kopi Cinta saat ini siap melayani para penikmat kopi melalui 30 gerai yang tersedia di seluruh Indonesia.

Country Head Emerging Business OYO Indonesia Eko Bramantyo mengatakan, pihaknya melihat budaya ngopi di seluruh Indonesia mengalami peningkatan yang pesat.

Selain itu, terdapat peningkatan permintaan akan produk F&B dari para tamu dari hotel-hotel OYO di berbagai wilayah Indonesia.

“Berangkat dari kondisi ini, OYO berinisiatif untuk memanfaatkan peluang dengan menghadirkan lini bisnis baru, yang juga kami harapkan dapat menjadi sumber pemasukan tambahan bagi para mitra yang tertarik untuk membuka gerai Kopi Cinta ini,” sebutnya.


Mesin kopi kapsul otomatis

Menurut Eko, produk-produk minuman Kopi Cinta dibuat dengan menggunakan teknologi mesin kopi kapsul otomatis guna memastikan kualitas dan konsistensi minuman kopi yang disediakan.




Selain itu, Kopi Cinta juga menggandeng Primo Coffee sebagai partner strategis dalam pembuatan standar operasional, menyediakan pelatihan barista, serta pengadaan alat dan suplai bahan baku.

“Untuk menjangkau konsumen di luar tamu hotel-hotel OYO, Kopi Cinta juga menggandeng Go-food dan Grabfood untuk layanan pesan-antar secara daring bagi masyarakat yang ingin memesan Kopi Cinta tanpa harus datang ke lokasi gerai,” ungkapnya.


Investasi awal Rp 3 juta

OYO juga membuka kesempatan bagi para mitra-mitra hotel OYO yang ada untuk bergabung dan membuka gerai Kopi Cinta di hotel mereka dengan biaya investasi awal mulai Rp 3 juta (mesin dan starter pack), tanpa membutuhkan ruang ataupun staf tambahan.

“Kopi Cinta menjawab kebutuhan para tamu OYO untuk menikmati kopi kekinian dengan harga yang lebih terjangkau tanpa tambahan biaya kirim dan terjamin lebih higienis karena disajikan langsung oleh staf hotel OYO,” ujar Eko.


Terus tumbuh


Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, konsumsi kopi nasional di tahun 2018 telah mencapai 314 ribu ton.

Angka konsumsi ini diprediksi akan terus tumbuh sekitar 8,2% selama periode 2016 – 2021.

Data lebih lanjut menurut International Coffee Organization (ICO), pertumbuhan rata-rata konsumsi kopi di Indonesia berada di atas rata-rata dunia pada umumnya.


Di tahun tahun 2021, pasokan kopi nasional diprediksi akan mencapai 795 ribu ton, sementara tingkat konsumsi naik menjadi 370 ribu ton.


Meskipun prediksi ini tentu terpengaruh oleh pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian serta Kementerian Pariwisata telah melakukan upaya untuk kembali menggairahkan industri kopi melalui kampanye #SatuDalamKopi.

“Kami ingin turut berpartisipasi dalam upaya menggairahkan kembali industri kopi Indonesia, maka dari itu Kopi Cinta hadir dengan memanfaatkan jaringan hotel OYO di Indonesia sebagai rantai distribusi untuk minuman kopi berkualitas,” kata Eko. 










Sumber :

No comments

Powered by Blogger.