Review Oppo Reno 4, Sulit untuk Tidak Jatuh Cinta...

Spesifikasi, fitur dan harga Oppo Reno 4 berada di sweet spot ponsel kelas mid-end.

Terus terang, Oppo Reno4 membuat saya sering terkejut dengan fitur yang dimilikinya. Terkejut pertama, karena desain dan dimensinya. Tipis dan ringan. Tebalnya hanya 7,7 mm mm dan beratnya cuma 165 gram. Layarnya pun tidak gede-gede amat, yakni AMOLED 6,4 inci. 

Review Oppo Reno 4, Sulit untuk Tidak Jatuh Cinta...
Foto-foto: Sindonews/danang arradian

Bodi yang tipis membuat Oppo Reno 4 terasa ringan dan nyaman di genggam. 

Hasilnya, menurut saya adalah ponsel yang sangat enak digenggam. Terutama dengan satu tangan. Jujur saja, menggunakanponsel berlayar lebih dari 6.7 inci dan berat lebih dari 200 gram membuat tangan kiri saya kepayahan. Capek sekali untuk memegang ponsel yang berat dengan satu tangan dalam waktu lama.

Sebaliknya, layar 6,4 inci beresolusi Full HD Plus dan rasio layar 20:9 dan Gorilla Glass 5 milik Oppo Reno 4 terasa pas. Tipisnya, benar-benar terasa tipis. Tidak sekadar jadi klaim di atas kertas. Tapi benar-benar terasa dalam penggunaan di keseharian. Ringan dan nyaman.

Saat main gim ataupun menonton Netflix, layarnya pun tidak terasa kecil.Saya juga suka sekali menggenggamnya Entah kenapa, setiap mengeluarkan Oppo Reno 4 dari kantong, saya merasa bahagia.


Ada dua pilihan warna Oppo Reno 4,dua-duanya unik. Warna Space Black memiliki “ukiran” logo Oppo seperti pada produk fashion yang sedang hype. Adapun warna Galactic Blue, menurut saya cukup elegan dan bisa memuaskan semua orang. Misalnya, mereka yang tidak terlalu suka dengan warna yang terlalu menonjol seperti Oppo A92. Galactic Blue di Oppo Reno 4 lebih kalem. Tapi tetap kelihatan elegan.

Saya suka bagaimana Oppo masih berupaya mempertahankan selot 3.5 mm di bodi Oppo Reno 4 yang sudah sangat tipis itu. Silahkan di debat, tapi bagi saya selot 3.5 mm tidak tergantikan dengan USB Type-C. Di Oppo Reno 4, saya bisa mendengarkan musik sambil tetap mengisi daya. Apalagi, Oppo juga menyediakan headset dalam dus pembelian.

Kamera selfie dual punch-hole (32 MP dan AON Smart Sensor) di pojok kiri layar, saya akui sedikit mengganggu saat bermain gim atau menonton Netflix. Tapi, masih saya maafkansebab ada fungsi krusial di kamera depan yang tidak dimiliki ponsel lain. Yaknifungsi stabiliser atau penstabil video. Biasanya penstabil video hanya ada di kamera belakang. Oppo merancangnya di kamera depan. Keren.

Apa dampaknya? Bagi mereka yang suka bermain TikTok, bercerita lewat Stories di Instagram, jelas fitur ini berguna sekali. Membuat konten video selfie mereka jadi lebih baik. Selain video jadi lebih stabil dan tidak goyang, warnanya lebih menonjol.

Saya lihat Oppo memang menaruh perhatian besar pada kamera, tidak sekadar hardware-nya. Namun juga software-nya. Mereka sadar kunci sukses kamera ponsel di masa depan bukan terletak di hardware, namun di peranti lunak.Bagaimana Artificial Intelligence (AI) bisa digunakan untuk mengoptimalkan fitur kamera, menjadi penting.Untuk ini, saya harus berikan jempol.

Review Oppo Reno 4, Sulit untuk Tidak Jatuh Cinta...

Penempatan empat kamera belakang Oppo Reno 4 cantik dan rapi.

Di kelas mid-end,keempat kamera belakang Oppo Reno 4 (kamera utama 48 MP, kamera ultrawide 8 MP, kamera macro 2 MP, serta kamera mono 2 MP) menurut saya kualitasnya sudah sangat baik.Baik untuk memotret,atau membuat video. Ada banyak sekali fitur yang menurut saya berguna dan bisa di eksplorasi/dikulik lebih dalam.

Optimalisasi di software itu, dilakukan Oppo lewat fitur sepertiAI Color Portrait dan Monochrome Video. Ada juga fungsi seperti Ultra Dark Mode, Ultra Steady Video, dan 960fps Smart Slow-motion.

AI Color Portrait favorit saya. Mampu membuat latar belakang sebuah foto hitam putih, sementara objek manusia akan tetap berwarna. Saya juga suka pengaturan menu di kamera yang memudahkan kita memilih dan mengatur filter. Filternya pun bagus-bagus dan menurut saya berguna.

Kamera ultra wide-nya tajam, kamera wide-nya solid, dan kamera tele-nya juga berfungsi dengan baik. 

Review Oppo Reno 4, Sulit untuk Tidak Jatuh Cinta...

Soal performa, chipset Snapdragon 720G berkecepatan 2,3 GHz, RAM 8 GB dan memori internal 128 GB memang bukan yang terbaik. Tapi, sudah sangat unggul di harga Rp5 jutaan. Juga, masih terasa cepat dan mampu mengimbangi konsumsi konten saya yang tinggi seperti ngegim ataupun multitasking.

Hal lain yang saya suka adalah Color OS 7.2. Terus terang, saya sekali dengan tampilannya. Mudah digunakan, sederhana, dan nyaman di mata. Ada banyak tamplikan OS yang menurut saya terlalu ramai, terlalu mencolok warnanya, atau malah terlalu ribet.

Daya tarik lainOppo Reno 4 adalah baterai berkapasitas 4.015 mAh dengan teknologi pengisian cepat VOOC 4.0 (30 watt). Ponselklaimnya bisa diisi penuh dalam waktu 56 menit. Saya tidak pernah menghitung detil, tapi saya rasakan proses pengisian dayanya memang cepat.

Review Oppo Reno 4, Sulit untuk Tidak Jatuh Cinta...

Fitur kamera Oppo Reno 4 memudahkan kreator membuat konten foto dan video yang beragam.

Dengan berbagai keunggulan dan banyaknya fitur di Oppo Reno 4 yang saya sukai dan benar-benar saya manfaatkan di keseharian, maka saya bisa mengambil kesimpulan bahwa ponsel ini adalah salah satu yang terbaik di banderol Rp5 jutaan.

Bahkan, itu pun saya belum mengoptimalkan semua fitur-fitur smart-nya. Misalnya Smart Spying Prevention yang bisa menyembunyikan notifikasi sensitif, Smart Air Control untuk mengontrol ponsel dengan gestur tangan, Smart Rotation, dan Smart Always-on Display, juga modul fingerprint yang sudah dibenamkan di bawah permukaan layar, seperti yang dimiliki ponsel di atas Rp10 jutaan.

Review Oppo Reno 4, Sulit untuk Tidak Jatuh Cinta...

Kamera ultra-wideefektif membuat beragai momen jadi dramatis.

Oppo Reno 4 dengan pilihan warna Space Black dan Galactic Blue dibanderol Rp4.999 juta, dan sudah bisa dipesan mulai 6 hingga 14 Agustus 2020. Selama pre-order, konsumen mendapat hadiah langsung berupa smart bracelet, Bluetooth headset, dan smartphone standing holder senilai Rp1 juta.

Sumber : sindonews

No comments

Powered by Blogger.